Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Epidemiologi [Pengertian, Prinsip dan Jenis]


Pengertian Epidemiologi

Coba cermati kasus berikut:
  • Tragedi Minamata, pada tahun 1950-an, campuran merkuri dari limbah sebuah pabrik di Minamata Jepang, dibuang ke sebuah teluk kecil. Hal ini menyebabkan akumulasi metil merkuri pada ikan dan menyebabkan 121 orang yang makan ikan di sekitar teluk tersebut keracunan.
  • Smallpox (cacar), pada tahun 1970-an telah dibuktikan bahwa infeksi Cowpox atau cacar sapi akan memberikan perlindungan terhadap virus smallpox, namun dibutuhkan waktu kira-kira 200 tahun untuk memanfaatkan penemuan tersebut sehingga dapat diterima dan diterapkan ke seluruh dunia.
  • Penyakit Defisiensi Iodium, gondok dan kretinisme telah dibicarakan sejak 400 tahun yang lalu, namun baru pada abad 20 diperoleh pengetahuan yang memadai untuk melakukan pencegahan dan pengendalian yang efektif.

Epidemiologi jaman dulu digunakan untuk menggambarkan penelitian tentang "kejadian luar biasa" atau "wabah" terhadap penyakit menular. Saat ini epidemiologi digunakan untuk mempelajari varietas dari fenomena pada setiap level kelompok berdasarkan konsep "prevalensi berlebih" yang membandingkan satu kelompok dengan yang lain.

Beberapa pernyataan tentang epidemiologi
  • Epidemiologi merupakan alat dasar untuk mencari tanda dan gejala dari kesehatan komunitas.
  • Epidemiologi merupakan cara untuk mempelajari distribusi (variasi) penyakit atau kondisi tertentu di populasi dan menentukan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap distribusi tersebut.
  • Epidemiologi merupakan statistik dan metode penelitian berfokus pada perbandingan antara kelompok atau populasi tertentu. Dengan membuat perbandingan, bisa ditentukan apakah ada hubungan antara karakteristik tertentu dengan kondisi suatu penyakit.
  • Misalnya, kelompok penelitian tertarik akan meneliti apakah orang-orang dengan karakteristik tertentu seperti kegagalan mempunyai anak mempunyai resiko yang lebih besar terhadap kondisi "misalnya kekerasan terhadap anak".

Kesimpulan
EPIDEMIOLOGI adalah ilmu yang mempelajari tentang Distribusi (penyebaran) dan Determinan (faktor-faktor penentu) masalah kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pembuatan, perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menanggulangi masalah kesehatan.

Prinsip Epidemiologi

Salah satu prinsip epidemiologi yang penting adalah hubungan Agen-Host-Lingkungan.
  • Agen atau etiologi faktor meliputi:
    • Agen kimia atau racun
    • Kelebihan nutrisi
    • Agen fisik atau mekanik
    • Infeksius agen misalnya, malaria, campak, cacar air
  • Host (faktor intrinsik), merupakan bagian penting dalam studi epidemiologi yang meliputi:
    • Umur
    • Jenis kelamin
    • Suku/ras
    • Faktor genetik
    • Kondisi fisiologis seperti kehamilan
    • Level imunologi
    • Gaya hidup: diet, merokok, pekerjaan
  • Lingkungan (faktor ekstrinsik), faktor lingkungan yang mempengaruhi penyakit adalah:
    • Suhu atau lingkungan fisik
    • Kepadatan penduduk
    • Sumber makanan\
    • Kondisi sosial ekonomi dan pendidikan

Kegunaan Epidemiologi

Berikut ini adalah kegunaan dari epidemiologi:
  • Mempelajari riwayat kesehatan populasi
  • Mendiagnosa kesehatan komunitas dan mengukur sehat-sakit dengan mengetahui prevalensi, insidensi, mortalitas, dan morbiditas dari penyakit tertentu.
  • Untuk mempelajari kualitas pelayanan kesehatan
  • Untuk memperkirakan kelompok penelitian seperti resiko individu
  • Untuk melengkapi gambaran klinik dari penyakit kronik dengan mendeskripsikannya.
  • Untuk mengidentifikasi sindrom dengan mendeskripsikan dari fenomena populasi
  • Untuk meneliti penyebab sehat dan sakit dengan mempelajari insiden pada kelompok berbeda

Pentingnya Epidemiologi Dalam CHN (Community Health Nursing)

Hal ini sangat penting untuk melaksanakan Surveilans Epidemiologi.

Surveilans Epidemiologi adalah suatu rangkaian proses pengamatan yang terus menerus sistematik dan berkesinambungan dalam pengumpulan data, analisa dan interpretasi data kesehatan dalam upaya menguraikan dan memantau suatu peristiwa kesehatan agar dapat dilakukan penanggulangan efektif dan efisien terhadap masalah kesehatan tersebut.

Konsep dasar surveilans:
  • Pengumpulan data
    • Aktif → Dengan cara mengunjungi langsung ke sumber data, serta langsung ke masyarakat atau pusat riset yang berkaitan.
    • Pasif → Sumber data didapatkan di sarana setempat
  • Pengolahan data, analisis, dan interpretasi data. Dengan kriteria yang baik sebagai berikut:
    • Tidak membuat kesalahan
    • Dapat mengidentifikasi adanya perbedaan dalam frekuensi dan distribusi
    • Tehnik pengolahan data tidak menimbulkan perbedaan hasil
    • Metode yang dipakai lazim
  • Umpan balik dan diseminasi yang baik serta respon yang cepat.
    • Kunci keberhasilan Surveilans Epidemiologi adalah memberikan umpan balik pada sumber-sumber data surveilans.

Sejarah Epidemiologi

Perkembangan epidemiologi dipengaruhi oleh:
  1. Tantangan zaman dimana terjadi perubahan masalah dan perubahan pola penyakit. Dahulu epidemiologi mengarah ke penyakit infeksi dan wabah. Sekarang bergeser ke penyakit non infeksi.
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan lain seperti ilmu kedokteran, biostatistik, ilmu perilaku dan masih banyak lagi mempengaruhi perkembangan epidemiologi.

Jenis-Jenis Epidemiologi

Secara garis besar epidemiologi dapat digolongkan menjadi 3 jenis sebagai berikut:

1. Epidemiologi Deskriptif
  • Mempelajari tentang frekuensi dan distribusi masalah kesehatan
  • Mampu menjawab pertanyaan faktor Who, Where, dan When.

2. Epidemiologi Analitis
  • Berkaitan dengan upaya epidemiologi untuk menganalisis faktor-faktor (determinan) masalah kesehatn.
  • Mampu menjawab pertanyaan Why?

3. Epidemiologi Eksperimental
  • Untuk membuktikan bahwa suatu faktor sebagai penyebab terjadinya faktor luaran (penyakit) maka perlu diuji kebenarannya dengan eksperimen.
  • Misalnya, jika rokok dianggap sebagai penyebab kanker paru maka perlu dilakukan eksperimen jika rokok dikurangi maka kanker paru akan menurun.