Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Evaluasi Keperawatan Gerontik

Evaluasi Keperawatan Gerontik

Tahap penilaian atau evaluasi adalah tahap akhir dari proses keperawatan gerontik. Penilaian yang dilakukan dengan membandingkan kondisi lansia dengan tujuan yang ditetapkan pada rencana. Evaluasi dilaksanakan berkesinambungan dengan melibatkan lansia dan tenaga kesehatan lainnya.

Definisi Evaluasi Keperawatan Gerontik

Menurut Craven dan Hirnle (2000) evaluasi didefinisikan sebagai keputusan dari efektifitas asuhan keperawatan antara dasar tujuan keperawatan yang telah ditetapkan dengan respon perilaku lansia yang tampilkan.

Penilaian dalam keperawatan merupakan kegiatan dalam melaksanakan rencana tindakan yang telah ditentukan, kegiatan ini untuk mengetahui pemenuhan kebutuhan klien secara optimal dan mengukur hasil dari proses keperawatan.

Penilaian keperawatan adalah mengukur keberhasilan dari rencana, dan pelaksanaan tindakan keperawatan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan lansia.

Beberapa kegiatan yang harus diikuti oleh perawat, antara lain:
  1. Mengkaji ulang tujuan klien dan kriteria hasil yang telah ditetapkan
  2. Mengumpulkan data yang berhubungan dengan hasil yang diharapkan
  3. Mengukur pencapaian tujuan
  4. Mencatat keputusan atau hasil pengukuran pencapaian tujuan
  5. Melakukan revisi atau modifikasi terhadap rencana keperawatan bila perlu.

Manfaat Evaluasi Dalam Keperawatan

  1. Menentukan perkembangan kesehatan klien
  2. Menilai efektifitas, efisiensi dan produktivitas asuhan keperawatan yang diberikan
  3. Menilai pelaksanaan asuhan keperawatan
  4. Sebagai umpan balik untuk memperbaiki atau menyusun siklus baru dalam proses keperawatan
  5. Menunjang tanggung gugat dan tanggung jawab dalam pelaksanaan keperawatan.

Jenis Evaluasi menurut Ziegler, Voughan-Wrobel, & Erlen (1986, dalam Craven & Hirnle, 2003), terbagi menjadi tiga jenis, yaitu:
  1. Evaluasi struktur → Evaluasi struktur difokuskan pada kelengkapan tata cara atau keadaan sekeliling tempat pelayanan keperawatan diberikan. Aspek lingkungan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi dalam pemberian pelayanan. Persediaan perlengkapan, fasilitas fisik, rasio perawat-klien, dukungan administrasi, pemeliharaan dan pengembangan kompetensi staf keperawatan dalam area yang diinginkan.
  2. Evaluasi proses → Evaluasi proses berfokus pada penampilan kerja perawat, dan apakah perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan merasa cocok, tanpa tekanan, dan sesuai wewenang. Area yang menjadi perhatian pada evaluasi proses mencakup jenis informasi yang didapat pada saat wawancara dan pemeriksaan fisik, validasi dari perumusan diagnosa keperawatan, dan kemampuan tehnikal perawat.
  3. Evaluasi hasil → Evaluasi hasil berfokus pada respons dan fungsi klien. Respon perilaku lansia merupakan pengaruh dari intervensi keperawatan dan akan terlihat pada pencapaian tujuan dan kriteria hasil. Evaluasi formatif dilakukan sesaat setelah perawat melakukan tindakan pada lansia. Evaluasi hasil/sumatif: menilai hasil asuhan keperawatan yang diperlihatkan dengan perubahan tingkah laku lansia setelah semua tindakan keperawatan dilakukan. Evaluasi ini dilaksanakan pada akhir tindakan keperawatan secara paripurna.

Hasil evaluasi yang menentukan apakah masalah teratasi, teratasi sebagian, atau tidak teratasi, adalah dengan cara membandingkan antara SOAP (Subjektive-Objektive-Asessment-Planning) dengan tujuan dan kriteria hasil yang telah ditetapkan.
  • S (Subjective) adalah informasi berupa ungkapan yang didapat dari lansia setelah tindakan diberikan.
  • O (Objective) adalah informasi yang didapat berupa hasil pengamatan, penilaian, pengukuran yang dilakukan oleh perawat setelah tindakan dilakukan.
  • A (Assessment) adalah membandingkan antara informasi subjective dan objective dengan tujuan dan kriteria hasil, kemudian diambil kesimpulan bahwa masalah teratasi, teratasi sebagian, atau tidak teratasi.
  • P (Planning) adalah rencana keperawatan lanjutan yang akan dilakukan berdasarkan hasil analisis.

Contoh:
  • S → Lansia mengatakan sudah menghabiskan makanannya
  • O → Porsi makan habis, berat badan naik, semula BB=51 kg menjadi 52 kg
  • A → Tujuan tercapai
  • P → Rencana keperawatan dihentikan