Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Definisi, Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Fisik dalam Keperawatan

Definisi, Tujuan dan Manfaat Pemeriksaan Fisik dalam Keperawatan

Pemeriksaan fisik merupakan peninjauan dari ujung rambut sampai ujung kaki (head to toe) pada setiap sistem tubuh yang memberikan informasi objektif tentang klien dan memungkinkan kita sebagai seorang perawat untuk membuat penilaian klinis.

Pemeriksaan fisik dilakukan pada klien secara keseluruhan atau hanya bagian tertentu yang dianggap perlu, untuk memperoleh data yang sistematis dan komprehensif, memastikan/membuktikan hasil anamnesa, menentukan masalah dan merencanakan tindakan keperawatan yang tepat bagi klien. (Dewi Sartika, 2010).

Definisi Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya kelainan-kelainan dari suatu sistem atau suatu organ tubuh dengan cara melihat (inspeksi), meraba (palpasi), mengetuk (perkusi) dan mendengarkan (auskultasi). (Raylene M Rospond,2009; Terj D. Lyrawati, 2009).

Pemeriksaan fisik adalah metode pengumpulan data yang sistematik dengan memakai indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan rasa untuk mendeteksi masalah kesehatan klien. Untuk pemeriksaan fisik perawat menggunakan teknik inspeksi, auskultasi, palpasi, dan perkusi (Craven & Hirnle, 2000; Potter & Perry, 1997; Kozier et al., 1995).

Pemeriksaan fisik dalam keperawatan digunakan untuk mendapatkan data objektif dari riwayat keperawatan klien. Pemeriksaan fisik sebaiknya dilakukan bersamaan dengan wawancara. Fokus pengkajian fisik keperawatan adalah pada kemampuan fungsional klien.

Misalnya, klien mengalami gangguan sistem muskuloskeletal, maka perawat mengkaji apakah gangguan tersebut mempengaruhi klien dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari atau tidak.

Tujuan Pemeriksaan Fisik

Secara umum, pemeriksaan fisik yang dilakukan bertujuan:
  1. Untuk mengumpulkan dan memperoleh data dasar tentang kesehatan klien.
  2. Untuk menambah, mengkonfirmasi, atau menyangkal data yang diperoleh dalam riwayat keperawatan.
  3. Untuk mengkonfirmasi dan mengidentifikasi diagnosa keperawatan.
  4. Untuk membuat penilaian klinis tentang perubahan status kesehatan klien dan penatalaksanaan.
  5. Untuk mengevaluasi hasil fisiologis dari asuhan keperawatan.

Manfaat Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik memiliki banyak manfaat, baik bagi perawat sendiri, maupun bagi profesi kesehatan lain, di antaranya:
  1. Sebagai data untuk membantu perawat dalam menegakkan diagnose keperawatan.
  2. Mengetahui masalah kesehatan yang dialami klien.
  3. Sebagai dasar untuk memilih intervensi keperawatan yang tepat.
  4. Sebagai data untuk mengevaluasi hasil dari asuhan keperawatan.

Hal–hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Pemeriksaan Fisik

  1. Selalu meminta kesediaan/izin pada pasien untuk setiap pemeriksaan (informed consent).
  2. Jagalah privasi pasien.
  3. Pemeriksaan harus seksama dan sistematis.
  4. Jelaskan apa yang akan dilakukan sebelum pemeriksaan (tujuan, kegunaan, cara dan bagian yang akan diperiksa)
  5. Beri instruksi spesifik yang jelas.
  6. Berbicaralah yang komunikatif (kalau perlu gunakan bahasa daerah setempat).
  7. Ajaklah klien untuk bekerja sama dalam pemeriksaan.
  8. Perhatikanlah ekspresi/bahasa non verbal dari klien.
  9. Jangan menyakiti klien.