Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Proses Keperawatan [Materi KDM]

Pengertian Proses Keperawatan

Proses keperawatan merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan pada praktek keperawatan yang langsung diberikan kepada klien pada berbagai tatanan pelayanan kesehatan, dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar manusia (KDM), dengan menggunakan metode proses keperawatan, berpedoman pada standar keperawatan, dilandasi etik dan etika keperawatan, dalam lingkup wewenang serta tanggung jawab keperawatan.

Menurut Nursalam (2001) proses keperawatan adalah sebagai salah satu pendekatan utama dalam pemberian asuhan keperawatan, pada dasarnya suatu proses pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah.

Pada topik ini, kita akan membahas pengertian, perkembangan proses keperawatan, pentingnya proses keperawatan, tujuan proses keperawatan, tahapan dalam proses keperawatan.

Salah satu konsep yang juga harus Anda pahami dalam memberikan asuhan keperawatan adalah konsep proses keperawatan. Oleh karena itu marilah kita pelajari bersama tentang konsep itu, sebagai penyegaran kembali materi yang telah dipelajari.

A. PERKEMBANGAN PROSES KEPERAWATAN

Dalam perjalanannya proses keperawatan mengalami perkembangan. Berikut pendapat beberapa ahli mengenai perkembangan proses keperawatan (Potter Perry, 1998), dalam Alimul, 2006:
  1. Florence Nightingale, menjelaskan bahwa keperawatan merupakan profesi yang dalam melaksanakan beberapa tindakan kepada pasien harus dipisahkan dari medis. Dalam menentukan atau melaksanakan fungsinya, perawat harus mengatur dan menyesuaikan lingkungan yang tidak adekuat dengan dengan memanipulasi lingkungan pasien untuk memfasilitasi proses penyembuhan. Lingkungan pasien yang baik/kondusif akan membantu mempercepat penyembuhan klien, sehingga memperpendek masa rawat dan otomatis memperkecil biaya yang dikeluarkan.
  2. Hall, berpendapat bahwa proses keperawatan merupakan istilah yang digunakan dalam menentukan beberapa permasalahan pasien, keluarga dan perawat agar dapat diselesaikan, di mana terjadi interaksi antara perawatan dan pengobatan dalam memberikan asuhan keperawatan dan memberikan kenyamanan bagi pasien yang dirawat selama menderita sakit. Asuhan keperawatan merupakan hal yang pertama yang menentukan kesembuhan klien, sebelum pengobatan. Maksudnya adalah klien sudah merasa sembuh dengan mendapat asuhan keperawatan yang baik, sebelum mendapatkan pengobatan.
  3. Johnson, menjelaskan bahwa proses keperawatan merupakan cara mengkaji, mencapai keputusan, melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan dalam memecahkan masalah dan mengevaluasi.
  4. Wiedenbach (1962), menjelaskan bahwa proses keperawatan merupakan sarana untuk memecahkan masalah kesehatan pasien dan keluarga (pasien), yang dilakukan melalui tiga tahap yaitu: tahap observasi, bantuan pertolongan dan validasi. Setiap tahap ini harus dilakukan dengan cermat, agar asuhan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan klien, dan masalah yang dihadapi segera bisa teratasi.
  5. Yura H. Dan Walsh (1983), menjelaskan bahwa proses keperawatan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu tahap pengkajian, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
  6. Knowles (1967), menjelaskan bahwa proses keperawatan dapat dilakukan dengan menggunakan prinsip 5D, yaitu: discover (menemukan), delve (mengkaji), decide (memutuskan), do (mengerjakan), dan discriminate (melakukan pemisahan). Pada tahun yang sama Western Interstate Commision on Higher Education (WICHE)mengemukakan bahwa proses keperawatan dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu tahap persepsi, komunikasi, intervensi dan evaluasi.
  7. Orem, mengatakan bahwa keperawatan merupakan kegiatan yang dilakukan melalui beberapa pertimbangan dengan menggunakan tiga tahapan dalam asuhan keperawatan, yakni penentuan diagnosis, perencanaan sistem dan pengelolaan sistem perawatan.
  8. Roy, mengatakan bahwa dalam melakukan proses keperawatan sebaiknya menggunakan enam tahapan, yaitu: mengkaji tingkah laku pasien, mengkaji faktor yang mempengaruhinya, mengidentifikasi masalah, merumuskan tujuan, merumuskan intervensi keperawatan, melakukan seleksi dan mengevaluasi. Kemudian dalam melakukan proses keperawatan ia menganjurkan dilakukannya penentuan diagnosis keperawatan.
  9. National Council of State Boards of Nursing (1982), mengemukakan bahwa proses keperawatan dapat dibagi lima tahap, yaitu tahap pengkajian, tahap analisis (diagnosis), perencanaan, implementasi dan evaluasi. Dalam perjalanannya, asuhan keperawatan dilaksanakan dengan lima langkah yang sejalan dengan National Council of State Boards of Nursing.


B. PENTINGNYA PROSES KEPERAWATAN

Proses keperawatan merupakan sarana bagi perawat untuk melaksanakan asuhan keperawatan yang diberikan kepada klien yang diasuhnya, dan memiliki arti penting bagi kedua belah pihak (perawat-klien).

Seorang perawat dapat menggunakan proses keperawatan sebagai pedoman dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi klien, menunjukkan profesi yang mempunyai profesionalitas tinggi, serta dapat memberikan kebebasan pada klien untuk mendapatkan pelayanan yang cukup sesuai dengan kebutuhan sehingga berbagai manfaat yang dapat dilaksanakan antara lain:
  1. Dapat meningkatkan kemandirian perawat dalam melaksanakan tugasnya karena di dalam proses keperawatan terdapat metode ilmiah keperawatan berupa langkah-langkah proses keperawatan.
  2. Proses keperawatan yang diberikan kepada pasien dapat meningkat kepercayaan diri perawat dalam melaksanakan tugas, karena pasien akan merasakan kepuasan setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan.
  3. Perawat dapat selalu meningkatkan kemampuan intelektual dan teknikalnya dalam tindakan keperawatan, karena melalui proses keperawatan perawat dituntut untuk mampu menyelesaikan masalah baru yang sesuai dengan masalah yang dialami pasien.

Kepuasan kerja juga muncul dengan mengetahui bahwa tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai melalui proses keperawatan sehingga perawat dapat menunjukkan keprofesionalismenya. Dengan proses keperawatan rasa tanggung jawab dan tanggung gugat dapat dimiliki oleh perawat agar dapat digunakan untuk mencegah tindakan-tindakan yang merugikan dan tidak legal.

Pasien juga ikut merasakan kepuasan atas asuhan keperawatan yang diberikan, sehingga rasa kebebasan dalam penyampaian kebutuhan diri sampai dengan proses penyembuhan semakin cepat dan perasaan adanya perhatian yang besar akan kebutuhan akan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan efisien.

Proses keperawatan memiliki beberapa karakteristik dan ciri khas dalam membantu menyelesaikan masalah klien, antara lain:
  1. Proses keperawatan merupakan metode pemecahan masalah yang bersifat terbuka, fleksibel dalam memenuhi kebutuhan pasien, serta selalu berkembang terhadap masalah yang ada dan mengikuti perkembangan jaman.
  2. Pendekatan proses keperawatan dapat dilakukan secara individual terhadap pemenuhan kebutuhan pasien.
  3. Proses keperawatan dapat memudahkan perencanaan beberapa masalah keperawatan.
  4. Proses keperawatan untuk mengarahkan tujuan pelayanan keperawatan dalam memenuhi kebutuhan dasar manusia, seperti kebutuhan biologis, psikologis, sosial dan spiritual.
  5. Proses keperawatan sendiri merupakan suatu siklus yang saling berhubungan antara tahap satu dengan tahap yang lain dan tidak berdiri sendiri.
  6. Melalui proses keperawatan, masalah dapat lebih cepat diatasi karena dalam proses keperawatan terdapat penekanan validasi data serta pembuktian masalah dan berfokus pada umpan balik atau pengkajian ulang dalam mengetahui kebutuhan dasar secara komprehensif.

C. TUJUAN PROSES KEPERAWATAN

Adapun tujuan umum pelaksanaan proses keperawatan adalah untuk menghasilkan asuhan keperawatan yang berkualitas sehingga berbagai masalah kebutuhan pasien teratasi.

Tujuan khusus proses keperawatan adalah:
  1. Mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar manusia yang bersifat tidak mampu dilakukan, atau tidak diketahui bagaimana cara melakukannya.
  2. Menentukan diagnosis keperawatan setelah dilakukan identifikasi.
  3. Menentukan rencana tindakan keperawatan setelah diagnosis ditegakkan.
  4. Melaksanakan tindakan keperawatan setelah direncanakan.
  5. Mengetahui perkembangan pasien dari berbagai tindakan yang telah dilakukan untuk menentukan tingkat keberhasilan.

D. TAHAPAN DALAM PROSES KEPERAWATAN

Ada lima langkah utama yang harus anda ikuti secara berurutan yaitu pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan/planning, pelaksanaan/implementation dan evaluasi/evaluation, dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah klien, apakah keadaan klien sehat atau sakit.

Kelima langkah ini harus dilaksanakan secara berurutan dengan menggunakan pendekatan siklus, setelah langkah kelima kita akan kembali ke langkah pertama demikian seterusnya sampai masalah klien yang kita asuh bisa teratasi. Bila digambarkan dalam bentuk bagan akan nampak seperti berikut:

Langkah-langkah Proses Keperawatan
Gambar: Langkah-langkah Proses Keperawatan
Setelah memahami konsep proses keperawatan, Anda juga harus memahami materi tentang pemeriksaan fisik merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan pada langkah pertama proses keperawatan yaitu pengkajian.

Daftar Pustaka

  • Alman. 2000, Fundamental & Advanced Nursing Skill, Canada, Delmar Thompson, Learning Publisher.
  • Asmadi. 2008, Teknik prosedural keperawatan, konsep dan aplikasi kebutuhan dasar klien, Salemba Medika, Jakarta
  • A. Azis Alimun .2006, Kebutuhan dasar manusia I , Salemba Medika, Jakarta
  • A. Azis Alimun H, 2006, Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia, Aplikasi Konsep dan Proses Keperawatan, Buku 1, Buku 2, Salemba Medika, Jakarta
  • A. Azis Alimun H, Musrifatul U., 2005, Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta
  • Elkin, et al .2000., Nursing Intervention and Clinical Skills, Aecond edt.
  • Kozier, B. 1995, Fundamental of Nursing: Concept Process and Practice, Ethics and Values, California, Addison Wesley
  • Perry,at al. 2005, Keterampilan dan prosedur dasar,Kedokteran, EGC, Jakarta
  • Potter,P.1998, Fundamental of Nursing, Philadelphia, Lippincott
  • Potter & Perry, 2006, Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep,Proses dan Praktik, edisi 4, Penerbit Buku Kedokteran, EGC, Jakarta.
  • Priharjo, Robert. 2006. Pengkajian Fisik Keperawatan. Jakarta: EGC
  • S. Suarli dan Yanyan Bahtiar. 2010. Manajemen Keperawatan. Jakarta: Erlangga Medical Series.
  • Tarwoto Wartonah.2006, Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan edisi 3, Salemba Medika, Jakarta
  • Tim Poltekkes Depkes Jakarta III .2009, Panduan Praktek KDM, Salemba Medika, Jakarta
  • Tim Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, 2012, Modul pembelajaran KDM, Malang
  • Tim Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, 2012, Modul Pemeriksaan Fisik dan Implikasinya dalam Keperawatan, Malang
  • Wahid, IM dan Nurul, C. 2008, Buku Ajar Kebutuhan dasar Manusia, teori dan aplikasi dalam praktek, Salemba Medika, Jakarta.