Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran Manusia

Gambar: pixabay.com

Pada kehidupan ini kita bisa berinteraksi dengan lingkungan, tahu yang ada di sekeliling kita, karena kita ada dalam kondisi sadar, tetapi ada saatnya kita tidak bisa melakukannya, karena terjadi penurunan kesadaran atau kita bisa menilai apakah suatu perilaku dilakukan secara sadar atau terjadi tidak atau tanpa kita sadari.

Untuk semakin menambah pemahaman Anda terhadap konsep tersebut, maka pelajari dengan seksama pokok-pokok bahasan berikut ini.

Definisi Kesadaran dan Ketidaksadaran

Kesadaran dan ketidaksadaran tidak bisa dipisahkan. Menurut S. Frued kita tidak bisa hanya menyelidiki kesadaran saja, sebab yang lebih penting dan berpengaruh besar dalam kehidupan jiwa manusia adalah ketidaksadaran.

CG. Jung menyebutkan bahwa struktur jiwa manusia terdiri atas kesadaran dan ketidaksadaran yang saling berhadapan dan melengkapi.

Kesadaran berfungsi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, ketidaksadaran berfungsi menyesuaikan diri dengan dunia dalam. Ketidaksadaran merupakan lingkungan primer dari kejiwaan manusia dan merupakan sumber kesadaran.

1. Kesadaran atau Alam Sadar

Didefinisikan sebagai elemen-elemen mental dalam kesadaran pada saat tertentu, dan merupakan satu-satunya tingkat kehidupan mental yang secara langsung tersedia bagi kita.

Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, serta dengan dirinya sendiri (melalui panca indera) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya, serta terhadap dirinya sendiri (melalui perhatian).

Berdasarkan bentuknya, kesadaran dibedakan menjadi lima bentuk sebagai berikut:
  1. Kesadaran normal adalah bentuk kesadaran yang ditandai dengan individu yang sadar tentang diri dan lingkungannya, sehingga daya ingat, perhatian dan orientasinya mencakup ruang, waktu dan orang, dalam keadaan baik.
  2. Kesadaran yang menurun adalah bentuk kesadaran yang berkurang secara keseluruhan, dari kemampuan persepsi, perhatian dan pemikiran. Adapun tingkatan penurunan kesadaran adalah sebagai berikut:
    • Amnesia, menurunnya kesadaran yang ditandai dengan hilangnya ingatan atau lupa tentang suatu kejadian tertentu.
    • Apatis, menurunnya kesadaran yang ditandai dengan acuh tak acuh terhadap stimulus yang masuk (mulai mengantuk).
    • Samnolensi, menurunnya kesadaran yang ditandai dengan mengantuk (rasa malas dan ingin tidur).
    • Sopor, menurunnya kesadaran yang ditandai dengan hilangnya ingatan, orientasi dan pertimbangan.
    • Subkoma, menurunnya kesadaran yang ditandai dengan tidak adanya respon terhadap rangsangan yang keras.
  3. Kesadaran yang meninggi adalah bentuk kesadaran dengan respon yang meninggi terhadap rangsangan.
  4. Kesadaran waktu tidur adalah bentuk kesadaran yang ditandai dengan menurunnya kesadaran secara reversible, biasanya ditandai dengan posisi berbaring dan tidak bergerak.
  5. Kesadaran waktu disosiasi adalah bentuk kesadaran yang ditandai dengan keadaan memisahkan sebagian tingkah laku atau kejadian dirinya secara psikologi dari kesadaran.

2. Ketidaksadaran

Ketidaksadaran adalah tidak disadari. Pengetahuan mengenai ketidaksadaran diperoleh secara tidak langsung melalui perwujudan dari isi ketidaksadaran itu.

Ketidaksadaran mempunyai dua lingkaran, yaitu ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. Ketidaksadaran pribadi diperoleh individu selama hidup, meliputi hal-hal yang terdesak atau tertekan dan hal-hal yang terlupakan serta hal-hal yang teramati, terpikir, dan terasa di bawah ambang kesadaran.

Ketidaksadaran tidak mudah disadari, hanya dapat dibuktikan secara tidak langsung. Menurut Freud, ketidaksadaran merupakan penjelasan untuk makna mimpi-mimpi, keseleo lidah atau salah ucap, simptom-simptom neurotik dan sifat-sifat tertentu dari sifat pelupa yang dinamakan represi-represi. Alam prasadar dan bawah sadar termasuk pada ketidaksadaran pribadi.

Alam prasadar merupakan daerah perbatasan antara ketidaksadaran pribadi dengan kesadaran, berisi hal-hal yang siap masuk dalam kesadaran. Alam bawah sadar berisikan kejadian-kejadian jiwa yang terletak pada daerah perbatasan antara ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif.

Ketidaksadaran kolektif mengandung isi-isi yang diperoleh selama pertumbuhan jiwa seluruhnya, melalui generasi terdahulu. CG. Jung merumuskan ketidaksadaran sebagai suatu warisan kejiwaan yang besar dari perkembangan manusia, yang terlahir kembali dalam struktur setiap individu.

Ini merupakan endapan cara-cara reaksi kemanusiaan yang khas sejak jaman dahulu pada saat manusia menghadapi situasi-situasi ketakutan, bahaya, perjuangan, kelahiran, dan kematian.

Ketidaksadaran kolektif merupakan daerah yang paling atas, langsung di bawah ketidaksadaran pribadi yang berisi emosi-emosi, afek-afek serta dorongan-dorongan primitif, apabila muncul, individu masih dapat mengontrolnya.

Teori Kesadaran dan Ketidaksadaran

Ada beberapa teori mengenai kesadaran dan ketidaksadaran, teori-teori tersebut antara lain:

1. Teori Sigmund Freud

Sigmund Frued, menekuni psikologi, mengemukakan teori psikoanalisa. Teorinya menjelaskan bahwa kesadaran hanya sebagian kecil dari seluruh kehidupan psikis. Psikis diibaratkan fenomena gunung es di tengah lautan luas, yang terlihat di permukaan air laut adalah alam sadar atau kesadaran, sedangkan yang berada di bawah permukaan air laut merupakan bagian terbesar yaitu ketidaksadaran atau tidak disadari.

Tingkat kesadaran (topografi kesadaran) menurut Sigmund Frued
  1. Alam sadar, merupakan bagian terkecil yang diperoleh melalui pengamatan (persepsi), baik yang berasal dari luar dirinya (eksternal) maupun dari dalam dirinya (internal), serta hanya dapat dikomunikasikan melalui perilaku dan bahasa. Alam sadar mempunyai hubungan yang sangat erat dengan alam prasadar. Dalam kehidupan psikis, bahan-bahan yang berasal dari alam prasadar dapat masuk ke alam sadar, sedangkan hal lainnya berada di luar kesadaran.
  2. Alam prasadar, penghubung antara alam sadar dan alam bawah sadar. Kehidupan psikis alam prasadar disebut proses berpikir sekunder, yang memiliki prinsip kenyataan dan bertujuan menghambat munculnya keinginan instingtif. Alam prasadar berisikan kehidupan psikis yang laten dan tanggapan yang bisa diingat kembali, artinya dapat muncul kembali melalui ingatan, persepsi dan reproduksi. Alam prasadar menjaga agar hasrat yang mencemaskan dan bertentangan dengan realitas tidak ke luar ke alam sadar.
  3. Alam tak sadar, merupakan sistem dinamis yang berisi berbagai ide dan afek yang ditekan atau terdesak. Hal-hal yang ada dalam alam tak sadar tidak dapat dimunculkan kembali ke alam sadar, karena ada sensor maupun represi dari alam prasadar. Keadaan psikis pada alam tak sadar disebut proses berpikir primer yang mengutamakan pemuasan keinginan dan erat kaitannya dengan prinsip kesenangan (hedonism) serta naluri seksual. Alam tak sadar berisikan kekuatan pokok yaitu nafsu yang merupakan ungkapan libido sebagai sumber segala nafsu yang hendak ke luar.

Alam tak sadar menurut Kaplan memiliki lima ciri, sebagai berikut:
  • Berhubungan erat dengan dorongan insting, yaitu dorongan seksual dan dorongan mempertahankan diri.
  • Isi alam tak sadar terbatas pada harapan yang mencari pemenuhan sehingga menimbulkan motivasi.
  • Ditandai proses berpikir primer, dengan tujuan utama mempermudah pemenuhan harapan dan pelepasan insting yang diatur oleh prinsip kesenangan.
  • Ingatan yang berada dalam alam tak sadar mudah dilepaskan dengan simbol verbal.
  • Isi yang terdapat di alam tak sadar, agar dapat disadari, harus melalui alam prasadar dengan mengalahkan sensor penghambat.

2. Teori Carel Gustav Jung

C.G. Jung terkenal dengan teori psikologi analitik, yang menjelaskan bahwa jiwa (psikis) manusia merupakan totalitas kehidupan jiwa, yang terdiri atas:
  • Alam sadar (kesadaran), berfungsi untuk adaptasi terhadap dunia luar (lahiriah);
  • Alam tak sadar (ketidasadaran), berfungsi untuk adaptasi terhadap dunia dalam (batiniah). Ketidaksadaran merupakan tenaga utama dari kehidupan manusia.

Hubungan antara alam sadar dan alam tak sadar, adalah kompensatoris dan batasnya tidak tetap atau dapat berubah-ubah. Artinya luas daerah kesadaran atau ketidaksadaran dapat bertambah atau berkurang.

3. Alfred Adler

Teori yang dikemukakannya adalah psikologi individu, memandang kesadaran sebagai pusat kepribadian bukan ketidaksadaran. Ketidaksadaran merupakan kekuatan-kekuatan pendorong, banyak berperan pada kejadian salah atau keliru.

Menurutnya kehidupan sering didasari ketidaksadaran dan rahasia, termasuk tujuan yang ingin dicapai pun kadang merupakan tujuan yang tidak disadari.

Struktur Kesadaran dan Ketidaksadaran

1. Struktur Kesadaran

Berdasarkan teori Jung, komponen pokok kesadaran adalah fungsi jiwa dan sifat jiwa.

Fungsi jiwa ialah suatu bentuk aktivitas kejiwaan yang secara teori tidak berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda, sedangkan sikap jiwa ialah energi psikis umum atau libido yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya.

Secara umum, jiwa manusia memiliki empat fungsi pokok berikut ini:
  • Fungsi pikiran, bersifat rasional dan cara bekerjanya dengan penilaian salah-benar.
  • Fungsi perasaan, bersifat rasional dan cara bekerjanya dengan penilaian senang dan tidak senang.
  • Fungsi pendirian, bersifat rasional dan cara bekerjanya dengan penilaian atau sadar (inderawi).
  • Fungsi intuisi, bersifat irasional dan cara bekerjanya tanpa penilaian atau tak sadar (naluri )

Setiap individu mempunyai salah satu fungsi jiwa yang dominan, sehingga menentukan tipe orangnya (pemikir, perasa, pendirian, dan intuitif). Keempat fungsi jiwa tersebut bekerja berpasangan, yaitu apabila salah satu fungsi menjadi superior dengan menguasai alam sadar, maka fungsi pasangannya menjadi inferior dan berada dalam ketidaksadaran.

Dua fungsi yang lain sebagai pembantu, sebagian berada pada alam sadar, dan sebagian berada dalam alam tak sadar. Hubungan fungsi jiwa tersebut bersifat kompensatoris, artinya semakin berkembang fungsi dominan atau superior, kebutuhan inferior untuk kompensasi semakin besar.

Fungsi dominan atau superior adalah pikiran yang berada dalam alam sadar dan fungsi inferior adalah perasaan yang ada dalam alam tak sadar. Fungsi pembantu, yaitu pendirian serta intuisi yang sebagian ada dalam alam sadar dan sebagian ada dalam alam tak sadar. Tipe individu tersebut adalah pemikir.

2. Struktur Ketidaksadaran

Perwujudan ketidaksadaran berbentuk simptom dan komplek serta mimpi dan archetypus.

a. Simptom dan Komplek

Merupakan gejala-gejala yang masih dapat disadari. Simptom adalah gejala dorongan dari energi normal, berbentuk simptom kejasmanian maupun kejiwaan.

Simptom adalah tanda bahaya, yang memberi tahu bahwa dalam kesadaran ada yang kurang dan karenanya perlu perluasan ke alam tak sadar.

Komplek adalah bagian kejiwaan kepribadian yang telah terpecah dan lepas kontrol kesadaran, kemudian mempunyai kehidupan sendiri dalam alam ketidaksadaran, yang selalu menghambat atau memajukan prestasi-prestasi kesadaran.

b. Mimpi dan Khayalan

Timbul dari komplek dan merupakan pesan rahasia dari sang malam. Mimpi mempunyai hukum sendiri dan bahasa sendiri. Dalam mimpi, soal-soal sebab-akibat, ruang dan waktu tidak berlaku, bahasanya bersifat lambang dan karena itu untuk memahaminya perlu ditafsirkan.

Menurut Freud dan Adler, mimpi dianggap sebagai hasil patologis, yaitu penjelmaan angan-angan atau keinginan-keinginan yang tidak terealisasi. mimpi mempunyai fungsi konstruktif, yaitu mengkompensasi konflik yang berat sebelah. mimpi kadang merupakan manifestasi dari ketidaksadaran kolektif dan mempunyai arti profetis.

c. Archetypus

Merupakan bentuk-bentuk pendapat instingtif dan reaksi instingtif terhadap
situasi tertentu, yang terjadi di luar kesadaran. Ini dibawa sejak lahir dan tumbuh pada
ketidaksadaran kolektif selama perkembangan manusia. Archetypus merupakan pusat
serta medan tenaga ketidaksadaran yang mengubah sikap kehidupan sadar manusia.

Selain, hal tersebut terdapat bentuk khusus isi ketidaksadaran sebagai berikut:
  • Bayang-bayang, yaitu segi lain atau bagian gelap dari kepribadian, kekurangan yang tidak disadari. Terbentuk dari fungsi inferior serta sikap jiwa yang inferior, karena pertimbangan-pertimbangan moral atau pertimbangan lain (tidak serasi dengan alam sadarnya), maka dimasukkan dalam ketidaksadaran.
  • Proyeksi atau imago, diartikan dengan secara tidak sadar menempatkan isi-isi batin sendiri pada objek di luar dirinya. Peristiwa ini terjadi secara mekanis, tidak disadari. Jung menamakan isi kejiwaan yang diproyeksikan kepada orang lain itu imago.
  • Animus dan anima, yaitu sifat-sifat kualitas jenis kelamin lain yang berada dalam ketidaksadaran manusia. Pada hakekatnya manusia itu bersifat bi-sexual, yaitu mempunyai sifat-sifat yang terdapat pada jenis kelamin lawannya. Seorang laki-laki ketidaksadarannya adalah betina, disebut anima dan seorang wanita ketidaksadarannya adalah jantan, disebut animus.