Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Asuhan Keperawatan (Askep) Gangguan Sistem Sirkulasi Koroner: Penyakit Jantung Koroner

Pengertian Penyakit Jantung Koroner

Penyakit infark miokard akut atau jantung koroner (PJK)/Acute coronary syndrome (ACS) adalah gejala yang disebabkan adanya penyempitan atau tersumbatnya pembuluh darah arteri koroner baik sebagian/total yang mengakibatkan suplai oksigen pada otot jantung tidak terpenuhi.

Penyebab Jantung Koroner

Penyebab sumbatan atau penyempitan pembuluh darah jantung antara lain stres, atherosclerosis/trombosis dan emboli. Bagaimana dengan prosentase sumbatannya? Bahwa sumbatan pembuluh darah jantung bisa terjadi hanya sebagian atau total.

Apa yang terjadi bila pembuluh darah mengalami sumbatan?

Jika pembuluh darah mengalami suatu sumbatan maka aliran darah mengalami suatu penurunan sehingga otot jantung mengalami kekurangan oksigen, dengan adanya penurunan aliran darah akan memunculkan gejala yaitu nyeri dada tapi nyeri dada pada pasien gangguan pembuluh darah jantung yaitu nyeri dada yang menjalar ke bahu kiri, rahang dan dada seperti tertindih atau diremas.

Apa tujuan perekaman EKG?

Untuk meyakinkan adanya sumbatan, maka diperlukan pemeriksaan penunjang sederhana yaitu perekaman EKG (Elektro Kardio Grafi). Tujuan dari perekaman EKG ini adalah untuk memastikan adanya sumbatan (total/sebagian) atau total.

Jika adanya sumbatan sebagian maka pada gambaran EKG akan nampak adanya ST depresi dan jika sumbatanya total maka akan nampak ST elevasi, coba perhatikan gambar di bawah ini:


Faktor Risiko Jantung Koroner

Penyumbatan dapat terjadi karena adanya beberapa faktor resiko. Faktor resiko untuk terjadinya sumbatan terbagi menjadi dua yaitu: faktor resiko yang dapat di rubah dan faktor yang tidak dapat dirubah.

Adapun faktor resiko yang dapat dirubah, antara lain sebagai berikut:
  • Hipertensi, komplikasi yang terjadi pada hipertensi biasanya akibat perubahan struktur arteri dan arterial sistemik, terutama terjadi pada hipertensi yang tidak diobati akan menimbulkan penyempitan pembuluh darah. Tempat yang paling berbahaya adalah bila mengenai arteri miokardium.
  • Hiperkolesterolemia merupakan masalah yang cukup panting karena termasuk faktor resiko utama PJK. Kadar kolesterol darah dipengaruhi oleh susunan makanan sehari-hari yang masuk dalam tubuh (diet), hiperkolesterol akan menimbulkan pengendapan pada arteri yang pada akhirnya akan mengakibatkan penyempitan arteri.
  • Merokok, pada saat ini merokok telah dimasukkan sebagai salah satu faktor resiko utama PJK. orang yang merokok > 20 batang perhari dapat mempengaruhi atau memperkuat efek hipertensi. Penelitian Framingham mendapatkan kematian mendadak akibat PJK pada laki-laki perokok 10X lebih besar dari pada bukan perokok dan pada perempuan perokok 4.5X lebih dari pada bukan perokok.
  • Obesitas adalah kelebihan jumlah lemak tubuh > 19 % pada laki-laki dan > 21 % pada perempuan. Obesitas sering didapatkan bersama-sama dengan hipertensi, Diabetus Millitus, dan hipertrigliseridemi. Obesitas juga dapat meningkatkan kadar kolesterol dan LDL kolesterol.
  • Diabetus Millitus, pasien diabetes militus akan menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah yaitu atherioskelerosis baik total atau sebagian sehingga aliran darah ke jantung mengalami penurunan.
  • Exercise/Latihan dapat meningkatkan kadar HDL kolesterol dan memperbaiki kolesterol koroner sehingga resiko PJK dapat dikurangi. Exercise juga bermanfaat bagi fungsi paru dan pemberian O2 ke miokard, Menurunkan Berat Badan sehingga lemak tubuh yang berlebihan berkurang bersama-sama dengan menurunkan LDL kolesterol. Membantu menurunkan tekanan darah dan Meningkatkan kesegaran jasmani.

Faktor resiko yang tidak dapat di rubah antara lain sebagai berikut:
  • Umur, telah dibuktikan adanya hubungan antara umur dan kematian akibat PJK. Sebagian besar kasus kematian terjadi pada laki-laki umur 35-44 tahun dan meningkat dengan bertambahnya umur. Kadar kolesterol pada laki-laki dan perempuan mulai meningkat umur 20 tahun. Pada laki-laki kolesterol meningkat sampai umur 50 tahun. Pada perempuan sebelum menopause (45 tahun) lebih rendah dari pada laki-laki dengan umur yang sama. Setelah menopause kadar kolesterol perempuan meningkat menjadi lebih tinggi dari pada laki-laki.
  • Jenis kelamin, di Amerika Serikat gejala PJK sebelum umur 60 tahun didapatkan pada 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 17 perempuan. Ini berarti bahwa laki-laki mempunyai resiko PJK 2-3 X lebih besar dari perempuan.

Gejala Jantung Koroner

Untuk tanda atau gejala yang akan muncul pada pasien PJK akan dibagi menjadi 3 bagian yaitu: keluhan pasien, hasil perekaman EKG dan hasil pemeriksaan laboratorium darah. Sekarang coba Anda perhatikan tabel di bawah ini:

Kriteria PJK berdasarkan keluhan, hasil rekaman EKG dan Laboratorium Darah

Apa yang harus Anda lakukan bila menemukan pasien dengan keluhan seperti diatas?

Jika Anda menemukan pasien dengan keluhan di atas maka Anda harus melakukan hal-hal seperti berikut ini:
  • Pasien yang tiba di UGD maka harus segera dievaluasi karena Anda berpacu dengan waktu dan bila makin cepat tindakan untuk memberikan aliran darah ke jantung (reperfusi) dilakukan hasilnya akan lebih baik. Tujuannya adalah terjadinya kematian otot jantung (infark) atau membatasi luasnya infark dan mempertahankan fungsi jantung.
  • Tindakan yang harus dilakukan antara lain: melakukan perekaman EKG 12 sadapan, pemeriksaan laboratorium darah yaitu CK/CKMB, berikan oksigen 4 liter/menit secara nasal, berikan obat golongan nitrat, aspirin dengan dosis 160-325 mg, obat morphin untuk mengurangi nyeri 2,5 mg intravena.

Kesimpulan

Penyakit jantung koroner adalah suatu akibat adanya penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah jantung baik itu sebagian atau total yang akan berdampak menurunnya aliran darah ke otot-otot jantung, hal ini akan menimbulkan gejala nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, rahang bawah. Untuk memastikan penyakit jantung koroner tersebut perlu dilakukan perekaman EKG 12 Lead dan laboratorium darah.

Asuhan Keperawatan pada Pasien PJK

Asuhan keperawatan pada pasien PJK dimulai dari pengkajian, penentuan diagnosa keperawatan, penyusunan rencana tindakan keperawatan, penerapan rencana keperawatan dan evaluasi.

Langkah pertama apa yang harus Anda lakukan?

Untuk pertama kali nya Anda harus melakukan pengkajian yang diawali dengan menanyakan:
  1. Keluhan pasien yaitu biasanya pasien mengalami nyeri dada yang menjalar ke lengan kiri, rahang bawah dan pasien sulit untuk bernafas, pingsan (sinkop) atau keringat dingin (diaporesis). Masing-masing keluhan harus dievaluasi waktu dan lamanya.
  2. Faktor pencetus dan meringankan gejala.
  3. Faktor resiko.

Setelah Anda anamnesa maka langkah selanjutnya adalah pengkajian fisik yang lengkap dan tepat juga sangat penting untuk mendeteksi adanya komplikasi. Parameter yang digunakan adalah sebagai berikut.
  • Tingkat kesadaran dengan menggunakan GCS, nyeri dada, perekaman EKG 12 lead, tanda-tanda vital, auskultasi bunyi jantung, warna kulit dan suhu.
  • Fungsi gastrointestina antara lain mual dan muntah dapat terjadi pada PJK. Status volume cairan yang sangat penting untuk diukur adalah pengeluaran urin.