Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pemecahan Masalah dalam Keperawatan

Pemecahan Masalah dalam Keperawatan

1. Pengertian Pemecahan Masalah

Pemecahan masalah menurut Krulik dan Rudnick adalah suatu cara yang dilakukan seseorang dengan menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman untuk memenuhi tuntutan dari situasi yang tidak rutin.

Polya menjelaskan bahwa pemecahan masalah merupakan usaha untuk mencari jalan ke luar dari suatu kesulitan untuk mencapai suatu tujuan yang tidak dapat segera diatasi. Individu yang dihadapkan kepada persoalan atau problem yang mendesak perlu melakukan pemecahannya atau solusinya dengan pemikiran.

Dalam pemecahan masalah dapat menggunakan insight atau pemahaman, dan pemecahan masalah ini merupakan metode atau cara yang paling cocok dan baik untuk cara belajar efektif di perguruan tinggi.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan pemecahan masalah adalah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk menyelesaikan masalah dengan menggunakan, pengetahuan, keterampilan dan pemahaman yang telah dimilikinya.

Kemampuan dalam pemecahan masalah penting dimiliki setiap orang, karena merupakan stimulus atau rangsangan proses belajar, berpikir, mengingat dan menjawab atau merespon dalam bentuk pengambilan keputusan. Selain itu, kemampuan dalam pemecahan masalah merupakan proses manajemen kepemimpinan dan pengembangan pola pikir serta teknik-teknik pemahaman dari rangkaian proses belajar, berpikir, dan mengingat.

2. Strategi Pemecahan Masalah

Pada proses pemecahan masalah sangat ditentukan oleh kemampuan berpikir terarah, di sisi lain untuk dapat memecahkan masalah diperlukan penyusunan strategi.

Strategi umum dalam memecahkan masalah atau persoalan adalah sebagai berikut.
  • Strategi menyeluruh, persoalan dipandang sebagai suatu keseluruhan dan dicoba dipecahkan dalam rangka keseluruhan. Cara ini lebih efektif, lebih cepat dan berguna apabila waktunya terbatas, karena hal-hal yang sama pada beberapa bagian dapat diatasi sekaligus.
  • Strategi detailistis. Persoalan dibagi-bagi dalam bagian-bagian dan dicoba dipecahkan bagian demi bagian.

Pada proses pemecahan masalah kadang ditemukan kesulitan. Hal tersebut dapat diakibatkan oleh berbagai hal sebagai berikut.
  • Cara pemecahan masalah yang berhasil cenderung dipertahankan pada persoalan berikutnya. Padahal belum tentu persoalan tersebut dapat dipecahkan dengan cara yang sama.
  • Sempitnya pandangan, dalam memecahkan masalah seseorang yang hanya melihat ke satu jalan ke luar. Akibatnya, akan mengalami kegagalan karena ia tidak dapat melihat adanya beberapa kemungkinan jalan ke luar.

Selain hal tersebut, proses pemecahan masalah dipengaruhi oleh faktor- faktor seperti,
motivasi, kepercayaan dan sikap, serta kebiasaan dan emosi.

3. Tahap-tahap Problem Solving

Pemecahan masalah sebagai teknik pengambilan keputusan, memiliki tahapan sebagai berikut.
  • Mengidentifikasi dan mendefinisikan hakekat masalah, sehingga dapat menyajikan masalah dalam bentuk yang lebih jelas, dalam bentuk yang operasional.
  • Melakukan pengumpulan dan pengolahan data atau informasi, agar masalah yang ditetapkan benar adanya.
  • Mencari dan menemukan berbagai alternatif pemecahan masalah, supaya memiliki banyak alternatif guna menyelesaikan masalah tersebut.
  • Mengkaji berbagai alternatif pemecahan masalah. Hal ini penting dilakukan supaya dapat menentukan alternatif mana yang paling baik untuk dilakukan.
  • Menentukan pilihan atas alternatif yang terbaik, berdasarkan hasil kajian.
  • Melaksanakan keputusan, yaitu melaksanakan alternatif pemecahan masalah yang sudah diputuskan, dipilih untuk dilakukan.
  • Menilai, artinya memeriksa kembali, apakah hasil yang diperoleh itu benar, atau mungkin memilih pemecahan masalah yang lebih baik lagi.

4. Teknik Pemecahan Masalah yang Cepat-Tepat-Efektif-Efisien

Pemecahan masalah intinya adalah menetapkan keputusan atau decision making (DM) yang merupakan salah satu fungsi berpikir atau hasil berpikir.

Pemecahan masalah adalah hasil usaha intelektual, keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif dan keputusan selalu melibatkan tindakan nyata sekalipun pelaksanaannya boleh ditangguhkan atau dilupakan.

Decision making biasanya dibarengi dengan prasyarat yaitu, cepat, tepat, efektif, efisien, dan tidak menimbulkan konflik supaya pengambilan keputusan dapat efektif.

Hal-hal yang menunjang decision making, antara lain sebagai berikut.

  • Mengerti akan konsep perkembangan bicara yaitu bicara otomatis, berbahasa karena berbicara, atau menggunakan bahasa sebagai alat. Adapun tugas pokok perkembangan bicara di antaranya mengerti pembicaraan, menambah perbendaharaan kata, menyusun kata-kata, dan pengucapan yang benar. Mengerti akan konsep bahasa, yaitu bahasa dalam hubungannya dengan perkembangan berbicara yang berfungsi sebagai instrumen, regulasi, interpersonal, personal, heuristik, imaginatif, dan informatif. Berbicara dan atau berbahasa dapat dilakukan secara lisan, tulisan atau isyarat. Manusia mengucapkan kata-kata dan kalimat dengan cara tertentu dan setiap cara berbicara memberikan maksud tersendiri atau pesan paralinguistik.
  • Pengertian bahasa atau definisi fungsional bahasa adalah alat yang dimiliki bersama untuk mengucapkan gagasan. Definisi formal, bahasa sebagai semua kalimat yang terbayangkan yang dapat dibuat menurut peraturan tata bahasa. Perkembangan bahasa merupakan proses yang majemuk, yaitu membantu mengorganisasi persepsi, mengarahkan berpikir, mengontrol tindakan, membantu memori, dan mengubah emosional.
  • Dapat mengerti hubungan antara berpikir, berbahasa, dan berbicara. Di sini terjadi proses kerja otak dalam bentuk pikiran yang diproses ke dalam bahasa dan direalisasikan dalam berbicara.