Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Berpikir dan Macam Kegiatannya

Gambar: pexel.com

Pengertian Berpikir

Berpikir adalah proses sensoris, mengingat dalam belajar, mempersepsi dan memori atau ingatan menggunakan lambang, visual atau grafis dengan menarik kesimpulan serta problem solving.

Berpikir adalah tingkah laku yang menggunakan ide, yaitu suatu proses simbolis. Simbol, yaitu segala sesuatu yang mewakili segala hal dalam alam pikiran manusia. Bentuk simbol bisa kata-kata, angka, peraturan lalu lintas, not musik, mata uang, dan sebagainya.

Berpikir bertujuan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan atau decision making, memecahkan permasalahan, dan menghasilkan yang baru atau creativity.

Kegiatan Berpikir

Berpikir tidak dapat diamati langsung, karena merupakan suatu representasi simbolik dari suatu obyek, peristiwa, ide atau hubungan antara hal-hal tersebut. Berpikir tidak selalu memecahkan suatu masalah, tetapi juga membentuk suatu konsep atau ide-ide kreatif.

Macam-macam kegiatan berpikir digolongkan sebagai berikut

a.Berpikir Asosiatif

Berpikir Asosiatif adalah proses berpikir untuk merangsang timbulnya ide yang lain dari suatu ide. Jalan pikiran dalam proses berpikir asosiatif tidak ditentukan atau diarahkan sebelumnya. Ide-ide timbul secara bebas.

Jenis berpikir asosiatif sebagai berikut:
  1. Asosiasi bebas, suatu ide akan menimbulkan ide lain, tanpa ada batasnya.
  2. Asosiasi terkontrol, satu ide tertentu akan menimbulkan ide mengenai hal lain dalam batas tertentu.
  3. Autistik atau melamun, menghayal bebas atau fantasia dan juga cara berpikir wish full thinking atau melarikan diri dari kenyataan.
  4. Berpikir artistik, yaitu proses berpikir yang sangat subyektif. Jalan pikiran sangat dipengaruhi oleh pendapat dan pandangan diri pribadi tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Cara berpikir ini sering dilakukan oleh seniman dalam menciptakan karya-karya seninya.

b. Berpikir terarah

Adalah proses berpikir yang sudah ditentukan sebelumnya dan diarahkan kepada sesuatu (biasanya kepada pemecahan masalah).

Yang termasuk cara berpikir ini adalah sebagai berikut:
  1. Berpikir kritis (evaluatif), menilai baik atau buruknya, tepat atau tidaknya suatu gagasan, sehingga akan menambah atau mengurangi gagasan. Perilaku kita sehari-hari lebih berpikir analogis daripada logis, yakni menetapkan keputusan, memecahkan masalah dan melahirkan gagasan baru. Berpikir dalam rangka menyesuaikan diri dengan dunia nyata, dengan dua model seperti berikut.
    • Deduktif, mengambil keputusan dari dua pernyataan dari hal-hal yang umum ke hal- hal yang khusus.
    • Induktif, dimulai dari mengambil kesimpulan yang khusus ke yang umum.
  2. Berpikir kreatif, yaitu berpikir yang dilakukan untuk menemukan sesuatu yang baru, dengan syarat menciptakan sesuatu yang baru dan terjadi unconscious rearrangement dari simbol-simbol. Selain syarat kreatif juga insight. Dalam rangka berpikir ini merupakan stimulus lingkungan yang memicu berpikir kreatifnya yang mandek atau berhenti sebelumnya.

Adapun ciri-ciri berpikir kreatif antara lain:
  • Tidak selalu IQ-nya paling tinggi
  • Mempunyai bakat dan kemampuan tertentu
  • Insight yang kuat bagi pemikir
  • Menghindari cara konvensional yang sudah diajukan orang lain
  • Memilih cara tersendiri
  • Interpretasi yang dibuat bukan berdasarkan konsensus, tetapi lebih merupakan interpretasi pribadi.

Berpikir kreatif dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, sikap terbuka dan sikap yang bebas, otonom, dan percaya diri sendiri.

Ada beberapa cara melatih berpikir kreatif antara lain sebagai berikut:
  • Berpikir bahwa semua bisa dilakukan, yakinkan sesuatu yang akan dikerjakan mampu untuk diselesaikan. Buang ungkapan bernada pesimis, ganti dengan ungkapan yang optimis. Pernyataan optimis melatih untuk berani masuk ke persoalan. Pola pikir juga dapat berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekadnya.
  • Hilangkan cara berpikir konservatif. Pola pikir kosnervatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan, meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya konservatifnya, perubahan tersebut ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan sebagai ancaman. Harus disadari bahwa cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif, karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Mulailah berpikir dinamis dengan terus mengolah pemikiran untuk menentukan pola pikir efektif.