Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Kesadaran Diri dan Afek Emosi Manusia


BLOGPERAWAT.NET - Pada Topik ini akan dibahas tentang kemampuan untuk berpikir dalam arti "self concept" memusatkan perhatian memperoleh informasi dan bertindak sehubungan dengan konsep diri (Ram Harre & Roger Lamb).

Sebagai Perawat harus dapat mengkaji perasaan, reaksi dan perilakunya secara pribadi maupun sebagai pemberi perawatan. Untuk itu penting untuk dapat menjawab "SIAPA SAYA".

Dengan mengetahui sifat sendiri diharapkan perawat dapat memakai dirinya secara terapeutik untuk menolong klien tanpa merusak integritas diri.

A. Pengertian Kesadaran Diri

Kesadaran diri akan membuat perawat menerima perbedaan dan keunikan orang lain (klien). Di bawah ini dapat ditunjuk analog dari kesadaran yang terkenal dengan teori ‘Johari Windows’

Johari Window (Stuart & Sundeen 1987)
Menggambarkan tentang perilaku, pikiran, perasaan seseorang yaitu:

1
(Daerah Terbuka)
Diketahui oleh diri sendiri dan orang lain
2
(Daerah Buta)
Hanya diketahui oleh orang lain
3
(Daerah Tertutup)
Hanya diketahui oleh dirinya sendiri
4
(Daerah Gelap)
Tidak diketahui oleh siapapun

Gambar di atas mengumpamakan perilaku dan pikiran perasaan kita, yaitu sedang berada dimanakah seseorang tersebut, apakah pada kuadran 1 atau yang lain.

Secara terperinci jendela Johari Windows dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Daerah Terbuka (Open Self)

Daerah terbuka berisikan semua informasi, perilaku, sikap, perasaan, keinginan, motivasi, gagasan dan sebagainya yang diketahui diri sendiri dan orang lain.

2. Daerah Buta (Blind Self)

Daerah buta berisikan informasi tentang diri kita yang diketahui orang lain, tetapi kita sendiri tidak mengetahuinya. Contoh kebiasaan-kebiasaan kecil yang tidak disadarinya (kata-kata "ya kan, ya-ya, anu…., terus-terus dsb. memegang-megang hidung, melempar rambut, atau hal-hal lain yang lebih berarti seperti sikap defensif atau pengalaman terpendam).

3. Daerah Tertutup (Hidden Self)

Daerah tertutup mengandung semua hal yang anda ketahui tentang diri sendiri dan tentang orang lain, tetapi anda simpan hanya untuk anda sendiri. Daerah untuk merahasiakan segala sesuatu tentang diri sendiri dan orang lain.

4. Daerah Gelap (Unknown Self)

Daerah gelap adalah bagian dari diri kita yang tidak diketahui oleh diri kita sendiri maupun orang lain. Ini adalah informasi yang tenggelam di alam bawah sadar atau sesuatu yang luput dari perhatian.

Kita memperoleh gambaran tentang daerah gelap ini dari sejumlah sumber. Adakalanya daerah ini terungkap melalui perubahan temporer akibat minum obat, melalui kondisi eksperimen khusus seperti hipnotis, eprivasi sensori atau melalui tes proyektif atau mimpi.

Eksplorasi daerah gelap melalui interaksi yang terbuka, jujur dan empatik dengan rasa saling percaya dengan orang lain, orang tua, sahabat, suami, istri, kekasih; merupakan cara efektif untuk memperoleh gambaran.

Beberapa prinsip yang dapat diambil dari tabel Johari Window adalah:
  • Perubahan satu kuadran akan mempengaruhi kuadran lain.
  • Jika kuadran 1 paling kecil, berarti kesadaran diri kurang atau komunikasi buruk.
  • Kuadran 1 paling besar, berarti "KESADARAN DIRI TINGGI" ATAU "KOMUNIKASINYA BAIK".

B. Cara Meningkatkan Kesadaran Diri Melalui

1. Mempelajari diri sendiri

Proses eksplorasi diri sendiri, termasuk pikiran, perasaan, perilaku dan pengalaman yang menyenangkan serta hubungan interpersonal.

2. Belajar dari orang lain

Kesadaran dan keterbukaan menerima umpan balik orang lain akan meningkatkan pengetahuan tentang diri-sendiri. Aspek negatif memberi kesadaran bagi individu akan selalu berkembang setiap
menerima umpan balik.

3. Membuka diri

Keterbukaan merupakan salah satu kriteria kepribadian yang sehat. Untuk ini harus ada teman intim yang dapat dipercaya tempat menceritakan hal yang merupakan rahasia.

Menurut buku Komunikasi antar Manusia, J.A. Devito, 96 terdapat lima cara meningkatkan kesadaran diri:

a. Dialog dengan diri sendiri

Tidak seorangpun mengetahui diri anda lebih baik daripada anda sendiri. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah:
  1. Melakukan tes "Siapa Saya?" Secara informal (Bugental dan Zelen, '50)
  2. Berilah judul pada sehelei kerta "Siapa Saya?" dan tulislah 10, 15 atau 20 kali, SAYA adalah: ……..
  3. Berikan dua judul pada kertas lain dengan membuat kolom
    • Kekuatan atau keunggulan
    • Kelemahan atau kekurangan
  4. Isilah masing-masing kolom dengan secepat mungkin.
  5. Buatlah judul lagi pada kertas lain dengan menuliskan "saya ingin memperbaiki/meningkatkan….. saya" sebanyak anda bisa, misalnya dalam waktu lima menit.
b. Mendengarkan

Orang lain senantiasa memberikan umpan balik yang sangat kita perlukan untuk meningkatkan kesadaran diri. Dalam setiap interaksi antarpribadi, orang lain mengomentari kita dengan berbagai cara tentang apa yang kita lakukan, apa yang kita katakan, bagaimana penampilan kita.

Adakalanya komentar eksplisit "Anda benar-benar lesu hari ini; atau komentar eksplisit pandangan
kosong, menghindari kontak mata, atau dengan cara "tersembunyi " dibalik cara orang lain memandang kita, cara mereka membicarakannya atau minat mereka terhadap apa yang kita katakan.

Perhatikan dengan cermat macam-macam informasi baik verbal maupun non verbal untuk meningkatkan kesadaran diri.

c. Mengurangi daerah buta

Secara aktif carilah informasi untuk mengurangi daerah buta. Orang akan mengungkapkan informasi seperti itu bila anda mendorong mereka. Manfaatkan situasi-situasi tertentu setiap hari untuk mendapatkan informasi diri. Contoh: "Menurut anda apakah saya terlalu keras menanyakan hak-hak saya tadi ?"

d. Amatilah diri anda yang berbeda-beda

Melihat diri sendiri melalui kaca mata orang lain. Bagi setiap mereka, kita adalah orang yang berbeda-beda, tetapi sebenarnya kita adalah semua pandangan mereka itu. Contoh: cara berlatih, bayangkan bagaimana kita dilihat oleh kekasih, suami, istri, anak, teman dekat, dosen atau orang asing ketika kita bersama mereka.

e. Memperluas daerah terbuka

Bila anda mengungkapkan diri anda kepada orang lain, sekaligus anda mengungkapkan diri anda kepada diri sendiri. Sehingga anda akan melihat lebih jelas apa yang selama ini tidak tampak. Dengan mendiskusikan diri sendiri. Akan menemukan hubungan-hubungan yang hilang. Dengan bantuan umpan balik, akan menemukan pandangan-pandangan baru.

Proses meningkatkan kesadaran diri sering menyakitkan dan tidak mudah khususnya jika ditemukan konflik dengan ideal diri. Agar menggunakan diri secara efektif, perawat harus mempunyai:
  1. Konsep diri yang stabil
  2. Harga diri yang adekuat
  3. Mengusahakan hubungan yang konstruktif dengan orang lain
  4. Menghadapi kenyataan dalam membantu klien.

C. Pengertian Beberapa Istilah yang Sering Digunakan

Sebagai tambahan pengetahuan dan untuk melengkapi pemahaman Anda tentang kepribadian manusia selanjutnya Anda bisa menambah wawasan tentang afek-emosi. Untuk lebih jelasnya beberapa teori di bawah ini memberikan pengertian tersendiri sebagai berikut:
  • Afek adalah "Nada" perasaan, menyenangkan atau tidak (kebanggaan, kekecewaan, kasih sayang), yang menyertai suatu pikiran dan biasanya berlangsung lama serta kurang disertai oleh komponen fisiologik.
  • Emosi adalah "Manifestasi " afek - keluar dan disertai oleh banyak komponen fisiologik, lagi pula biasanya berlangsung relatif tidak lama (ketakutan, kecemasan, depresi dan kegembiraan). (W.F. Maramis)
  • Emosi adalah besarnya respon warisan dari Arousal/gerak yang dipunyai untuk satu nilai kelangsungan hidupnya didalam evolusi.
    1. Emosi merupakan banyak hal dari sensai.
    2. Emosi adalah individu yang sedang dalam memilih alternatif penentuan keputusan dan mengalami kesulitan dalam menemukan ideal diri. (Charles Darwin)
  • Emosi adalah keadaan komplek dari individu yang menyangkut kesadaran dalam sensasi dan ekspresi luar yang berupa polemik yang mendorong kita untuk menyatakan perilaku. (Tri Rusmi W: Ilmu perilaku, P. 105)
  • Emosi adalah:
    1. Suatu keadaan yang merupakan sumber penggerak / pembangkit manusia untuk berbuat.
    2. Suatu keadaan yang mempengaruhi dan menyertai penyesuaian diri secara umum, keadaan merupakan penggerak mental dan titik bagi individu dan yang dapat dilihat melalui tingkah laku luar.
    3. Dinamika terhadap penyesuaian diri individu yang bekerja untuk mendatangkan rasa puas, perlindungan dan kesejahteraan.

D. Faktor-Faktor Penting Dalam Emosi

Beberapa faktor di bawah ini terjadi akibat rangsangan dari adanya perasaan emosi diri.
  1. Emosi dapat merangsang
    • Pikiran baru
    • Khayalan baru
    • Tingkah laku baru
  2. Emosi -- Respon yang berbeda -- mempengaruhi seseorang dalam membuat keputusan.
  3. Emosi -- tidak memaksa individu untuk bertingkah laku secara tertentu tetapi mengarahkan

E. Proses Emosi

Minat/Kehendak
Stimulus
Reseptor indra/
Respon tubuh internal
Sistem Syaraf
Keyakinan /penilaian kognitif
⇙⇘
Positif -------- Negatif
⇘⇙
Ekspresi wajah
Reaksi terhadap Emosi
Minat /Kehendak
Stimulus Emosi
⇙⇘
             Rasa Enak ⇐ Positi ---------- Negatif ⇒ Rasa tidak enak
⇘⇙
EMOSI

F. Afek dan Emosi yang Melekat pada Eksistensi Manusia

  1. Jika dikatakan Normal maka fungsi individu tidak terganggu yang ditandai dengan adanya: Kebanggaan, Kegembiraan, Ketakutan seseorang "dalam batas tertentu".
  2. Dan jika dikatakan tidak normal maka fungsi individu terganggu dan dapat terjadi gangguan Depresi yang ditandai adanya tanda-tanda antara lain: Rasa sedih, Susah merasa tidak berguna, kehilangan, tidak ada harapan dan putus asa, serta menarik diri. Bisa juga diikuti tanda-tanda fisik yang lain yaitu: Anoreksi, konstipasi, kulit dingin dll. Selain depresi ada juga gangguan berupa kecemasan yang ditandai dengan adanya kekuatiran, gugup dan disertai tanda fisik palpitasi, keringat dingin, dan peningkatan peristaltik usus. Beberapa ciri lain yang masih terjadi pada kondisi gangguan adalah sebagai berikut:
    • Eforia; rasa riang, senang, bahagia --- berlebihan dan tidak sesuai dengan keadaan.
    • Anhedonia; ketidakmampuan merasakan kesenangan, tidak timbul perasaan senang dengan aktivitas yang biasanya menyenangkan baginya.
    • Kedangkalan; kemiskinan afek dan emosi secara umum (berlaku secara kuantitatif), berupa afek datar dan afek tumpul.
  3. Ambivalensia; afek dan emosi yang berlawanan bersama-sama terhadap seseorang , obyek atau suatu hal; "benci tapi rindu".
  4. Afek dan emosi labil; berubah-ubah secara cepat -- mendadak marah, menangis dan gembira.
  5. Apati; berkurangnya afek dan emosi terhadap suatu/semua hal disertai rasa terpencil dan rasa tidak peduli.

G. Manajemen Emosi

Manajemen emosi merupakan upaya untuk menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan emosi setiap orang. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh dalam mengelola emosi, yaitu antara lain dengan menggunakan akal/rasional kita, dapat juga dengan memikirkan kembali sebab-sebab kecemasan, serta dengan mempertanyakan asumsi-asumsi yang melandasi dan siap menghadapi yang terburuk. Langkah-langkah tersebut sebagai perwujudan dari penyelesaian masalah emosi yang dapat dipilih.

Langkah lain adalah pengambilan keputusan dengan urutan sebagai berikut:

Pemilihan ⇒ Menyerang ⇒ Ekstration ⇒ Relaksasi

Secara tehnik problem solving penyelesaian emosi juga dapat dilakukan. Langkah-langkah penyelesaian masalah dengan problem solving yang dimaksud misalnya: mengaku...., mempertahankan...., memperbaiki...., introspeksi...., mengevaluasi standar norma, mengambil tanggung jawab, dan merubah tingkah laku.