Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Konsep Motivasi Manusia


BLOGPERAWT.NET - Untuk semakin memperjelas pemahaman motivasi dan untuk memperkaya materi dan pengetahuan di bawah ini adalah penjelasan tentang motivasi berikut menurut pendapat beberapa ahli. Motivasi ialah keinginan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif adalah kebutuhan (need), keinginan (wish), dorongan (desire) atau impuls.

Motivasi merupakan keinginan yang terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berperilaku. Motivation in terms of some outward behavior. Motivasi berasal dari kata movere yang artinya menggerakkan (to move).

A. Pengertian Motivasi

Beberapa teori yang disampaikan oleh para ahli adalah sebagai berikut:
  1. Mc Clelland (1975) berpendapat bahwa, motivasi terbentuk karena adanya kebutuhan atau need yang tidak terpenuhi, sehingga mengakibatkan individu mengalami tekanan. Pada saat kebutuhan belum terpenuhi, individu mengalami ketidakseimbangan. Untuk mengurangi tekanan tersebut individu melakukan usaha konkret tertentu untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sehingga keseimbangan tersebut tercapai kembali (Jurnal, Ilmu Pendidikan, 1999).
  2. Campbell, dkk. (1970) menyatakan bahwa motivasi berhubungan dengan masalah 1) pengarahan perilaku 2) kekuatan reaksi atau upaya kerja setelah seorang karyawan telah memutuskan arah tindakan-tindakan tertentu 3) persisten perilaku, atau berapa lama orang yang bersangkutan melanjutkan pelaksanaan perilaku dengan cara tertentu (Winardi, 2007).
  3. Sigmund Freud seorang psikoanalisis bahkan menyampaikan bahwa motivasi bawah sadar, yaitu kebanyakan tingkah laku mereka justru dipengaruhi oleh keinginan dan kebutuhan yang tidak mereka sadari (Hersey, 1977).
  4. Robbins dan Mary Coulter (1990), tentang motivasi karyawan (employee motivation) yaitu, “Kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk mencapai tujuan-tujuan keorganisasian, yang dikondisikan oleh kemampuan untuk memenuhi kebutuhan individu tertentu” (Winardi, 2007).
  5. Mitchell (1982), secara definisi dijelaskan bahwa, “....Motivasi mewakili proses-proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkannya, dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan sukarela (volunteer) yang diarahkan kearah tujuan tertentu (Winardi 2007).
  6. Menurut Gray dkk. (1984) bahwa, “…Motivasi merupakan hasil sejumlah proses yang bersifat internal dan eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu." (Winardi, 2007).
  7. Usman H., 2006, motivasi kerja dapat diartikan sebagai keinginan atau kebutuhan yang melatarbelakangi seseorang sehingga terdorong untuk bekerja.
Pada akhirnya motivasi orang tergantung kepada kekuatan motif mereka. Motif kadang-kadang dirumuskan sebagai kebutuhan-kebutuhan, keinginan- keinginan, dorongan-dorongan, bisikan-bisikan hati (impulses) dalam diri individu. Motif diarahkan kepada tujuan (goals) baik disadari atau tidak disadari. Motif adalah ‘mengapa’ (why) berperilaku. Motif membangunkan dan memelihara kegiatan dan menentukan arah umum perilaku seseorang. Menurut jenisnya ada motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang timbul karena pengaruh dari luar. Ada juga motivasi intrinsik yaitu motivasi yang timbul dari dalam diri sendiri. Motivasi intrinsik biasanya lebih bertahan lama dan efektif dibandingkan ekstrinsik (Usman H, 2006).

Selanjutnya secara riil dapat dijelaskan juga bahwa motivasi merupakan proses keterkaitan antara usaha dan pemuasan kebutuhan tertentu, yang juga merupakan kesediaan untuk mengerahkan usaha tingkat tinggi untuk mencapai tujuan organisasi. Kebutuhan yang dimaksud adalah kondisi internal seseorang yang menyebabkan hasil usaha menjadi menarik. Yang berarti motivasi bersumber dari dalam diri seseorang yang disebut sebagai motivasi intrinsic dan bersumber dari lingkungan yang disebut motivasi ekstrinsik (Siagian, P.S., 2004). Jika seseorang termotivasi maka akan dapat menjalankan tugas yang dibebankan dengan baik, bahkan tanpa harus diawasi dan atau diperintah oleh atasannya.

B. Manfaat Motivasi Dalam Hidup

Beberapa orang menyadari kebutuhan akan motivasi, sehingga seseorang akan semakin memiliki semangat untuk mencapai suatu target dan memenuhi kebutuhan. Ketika pencapaian target dan pemenuhan kebutuhan tersebut disadari, maka sebenarnya manusia telah menemukan sebagian jalan keluar yang tepat dalam menyelesaikan masalah hidupnya, namun faktanya belum semua orang menyadari akan kebutuhan itu, dan akhirnya kurang berusaha menemukan motivasi dalam hidupnya.

Manusia bukan saja menunjukkan perbedaan-perbedaan dalam kemampuan mereka untuk melakukan sesuatu, tetapi keinginan mereka untuk melakukan sesuatu atau motivasi juga berbeda. Motivasi orang tergantung pada kekuatan moti-motif mereka. Motif masing-masing individu, kadang dinyatakan orang sebagai kebutuhan, keinginan, dorongan atau impuls-impuls yang muncul dalam diri seorang individu. Motif-motif diarahkan pada tujuan yang muncul dalam kondisi sadar atau dalam kondisi di bawah sadar. (Winardi, 2007)

Motif-motif merupakan “mengapa” dari perilaku. Mereka muncul, mempertahankan aktivitas, dan mendeterminasi arah umum perilaku seorang individu. Pada intinya dapat dikatakan, bahwa motif-motif atau kebutuhan-kebutuhan merupakan penyebab terjadinya tindakan-tindakan. Dalam konteks yang ada, istilah kebutuhan hendaknya jangan dikaitkan dengan kondisi yang mendesak untuk melakukan atau setiap keinginan yang mendesak untuk melakukan sesuatu hal. Ia hanya berarti sesuatu dalam diri seorang individu yang mendorongnya melakukan sesuatu tindakan. (Winardi, 2007)

Secara umum Motivasi tidak bisa dianggap sepele, karena ini berhubungan dengan semangat anda menjalani hidup yang sukses, yang erat berkaitan dengan keseriusan, tujuan, serta ketekunan seorang untuk meraih maksud hatinya. Tiga elemen dasar didalam definisi ini yaitu intensitas, arah, serta ketekunan.

Betapa pentingnya kata motivasi mampu menginspirasi para penemu kehidupan baru. Kutipan maslow, teori x serta y douglas mcgregor ataupun teori semangat modern, memberikan kita makna semangat yaitu alasan yang mendasari sesuatu perbuatan yang dikerjakan oleh seorang individu. Satu orang dikatakan mempunyai semangat tinggi bisa disimpulkan orang tersebut mempunyai alasan yang amat kuat untuk meraih yang diinginkannya saat ini.

Sebuah kutipan menyatakan bahwa motivasi bukan hanya sekedar kata-kata dan bukan hanya kata mutiara untuk semangat hidup ataupun kata cinta, tapi motivasi lebih dari pencapaian semangat hidup yang sulit. Dengan kata motivasi orang akan berbuat sesuatu yang special dan akan dapat meraih hidup sukses. Dengan demikian motivasi hidup bukanlah pilar sukses melainkan, pendorong dan pembangkit semangat. Motivasi yang sesungguhnya adalah kata-kata motivasi yang ada dalam diri anda, kata yang ada dalam hati nurani anda.

C. Area Motivasi Manusia

Ada berbagai penjelasan tentang motivasi manusia, sehingga membuat manusia menjadi lebih bersemangat dan mempunyai banyak harapan. Anda masih harus memahami dan menambah pengetahuan, ternyata ada area yang disebut sebagai area motivasi manusia.

Terdapat Empat area utama motivasi manusia yaitu: makanan, cinta, seks, dan pencapaian. Pada prinsipnya tujuan-tujuan yang mendasari motivasi ditentukan sendiri oleh individu yang melakukannya, individu dianggap tergerak untuk mencapai tujuan karena motivasi intrinsik dan ekstrinsik.

Yang dimaksud motivasi intrinsik adalah keinginan beraktivitas atau meraih pencapaian tertentu semata-mata demi kesenangan atau kepuasan dari melakukan aktivitas tersebut, sedangkan motivasi ekstrinsik, yakni keinginan untuk mengejar suatu tujuan yang diakibatkan oleh imbalan-imbalan eksternal.

Di bawah ini ada penjelasan lain tentang motivasi intrinsik dan ekstrinsik yaitu:

1. Motivasi Instrinsik

Yaitu motif-motif yang berfungsi secara alami tanpa perlu rangsangan dari luar. Hal ini dapat ditunjukkan dengan beberapa dorongan untuk mengetahui dan menyelidiki sesuatu yang belum diketahui secara jelas dan benar dan juga untuk mencapai sesuatu yang dicita-citakan.

Selain itu bentuk motivasi internal dapat diwujudkan dalam bentuk keinginan untuk berafiliasi dengan orang lain dan selalu mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan yang dihadapinya.

2. Motivasi Ekstrinsik

Yaitu motivasi-motivasi yang berfungsi karena ada perangsang dari luar. Dapat dijelaskan bahwa motivasi ekstrinsik dapat diwujudkan dalam bentuk ketika ada keinginan untuk mendapat pujian atau penghargaan dari teman, guru ataupun mendapat insentif yang berupa materi.

D. Variabel-Variabel Motivasi

Kerlinger, N. Fred dan Elazar J. Pedhazur (1987) dalam Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa variabel motivasi terdiri dari:
  1. Motif atas kebutuhan dari pekerjaan (Motive)
  2. Pengharapan atas lingkungan kerja (Expectation)
  3. Kebutuhan atas imbalan (Insentive).
Hal ini juga sesuai dengan yang di kemukakan Atkinson (William G Scott, 1962: 83), memandang bahwa motivasi adalah merupakan hasil penjumlahan dari fungsi-fungsi motive, harapan dan insentif (Atkinson views motivation strengh in the form of an equattion-motivation = motive + expectancy + incentive).

Jadi, mengacu pada pendapat-pendapat para ahli di atas, Cut Zurnali (2004) mengemukakan contoh bahwa motivasi karyawan dipengaruhi oleh oleh beberapa hal antara lain: motif, harapan dan insentif yang diinginkan. Dalam banyak penelitian di bidang manajemen, administrasi, dan psikologi, variabel-variabel motivasi ini sering digunakan. Berikut akan dijelaskan masing-masing variabel motivasi tersebut.

1. Motif

Menurut Cut Zurnali (2004), motif adalah faktor-faktor yang menyebabkan individu bertingkah laku atau bersikap tertentu. Jadi dicoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti kebutuhan apa yang dicoba dipuaskan oleh seseorang? Apa yang menyebabkan mereka melakukan sesuatu pekerjaan atau aktivitas. Ini berarti bahwa setiap individu mempunyai kebutuhan yang ada di dalam dirinya (inner needs) yang menyebabkan mereka didorong, ditekan atau dimotivasi untuk memenuhinya. Kebutuhan tertentu yang mereka rasakan akan menentukan tindakan yang mereka lakukan.

William G Scott (1962: 82) menerangkan tentang motive adalah kebutuhan yang belum terpuaskan yang mendorong individu untuk mencapai tujuan tertentu. Berdasarkan uraian di atas dapat dikatakan, motive adalah dorongan yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan perbuatan guna memenuhi kepuasannya yang belum terpuaskan. Selain itu, Maslow sebagaimana sebelumnya membagi kebutuhan manusia ke dalam beberapa hirarki, yakni kebutuhan-kebutuhan fisik, keselamatan dan keamanan, sosial, penghargaan atau prestise dan kebutuhan aktualisasi diri.

2. Harapan

Mengacu pada pendapat Victor Vroom, Cut Zurnali (2004) yang mengemukakan bahwa ekspektasi adalah adanya kekuatan dari kecenderungan untuk bekerja secara benar tergantung pada kekuatan dari pengharapan bahwa kerja akan diikuti dengan pemberian jaminan, fasilitas dan lingkungan atau outcome yang menarik. Jadi harapan adalah merupakan kemungkinan bahwa dengan perbuatan akan mencapai tujuan.

Dengan merumuskan beberapa pendapat para ahli, Cut Zurnali (2004) menyatakan bahwa terdapat dua sumber besar yang dapat mempengaruhi kelakuan individu, yaitu: sumber-sumber harapan yang berkenaan dengan peranannya antara lain, tuntutan formal dari pihak pekerjaan yang terperinci dalam tugas yang seharusnya dilakukan. Dan tuntutan informal yang dituntut oleh kelompok-kelompok yang ditemui individu dalam lingkungan kerja.

3. Insentif

Dalam kaitannya dengan insentif (incentive), Cut Zurnali mengacu pada pendapat Robert Dubin (1988) yang menyatakan bahwa pada dasarnya incentive itu adalah perangsang, tepatnya pendapat Arti pendapat itu kurang lebih, insentif adalah perangsang yang menjadikan sebab berlangsungnya kegiatan, memelihara kegiatan agar mengarah langsung kepada satu tujuan yang lebih baik dari yang lain.

Morris S. Viteles (1973: 76) merumuskan insentif sebagai keadaan yang membangkitkan kekuatan dinamis individu, atau persiapan-persiapan dari pada keadaan yang mengantarkan dengan harapan dapat mempengaruhi atau merubah sikap atau tingkah laku orang-orang.

Menurut Cut Zurnali, pendapat yang mengemukakan bahwa insentif adalah suatu perangsang atau daya tarik yang sengaja diberikan kepada karyawan dengan tujuan agar karyawan ikut membangun, memelihara dan mempertebal serta mengarahkan sikap atau tingkah laku mereka kepada satu tujuan yang akan dicapai perusahaan. Joseph Tiffin (1985: 267) mengatakan bahwa pemberian insentif sangat diperlukan terutama apabila karyawan tidak banyak mengetahui tentang hal apa yang akan dilakukannya.