Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Obat Gangguan Sistem Perkemihan


BLOGPERAWAT.NET - Sebagian besar gangguan saluran kemih disebabkan oleh infeksi. Kali ini akan membahas tentang antiseptic saluran kemih, analgesik, perangsang dan antispasmodik saluran kemih.

A. Antiseptik Saluran Kemih

Antiseptik saluran kemih terbatas hanya untuk pengobatan infeksi saluran kemih. Nitrofurantoin, merupakan bakteriostatik dan bakterisid tergantung dosis dan efektif untuk melawan mikroorganisme Gram positif dan negatif. Obat ini dipakai untuk mengobati ISK akut dan kronis.

Pada fungsi ginjal yang normal, obat ini mudah dieliminasi, karena waktu paruhnya yang singkat yaitu 20 menit. Akan tetapi, obat ini dapat menumpuk dalam serum bila terdapat gangguan pada saluran kemih.

Metenamin, menimbulkan efek bekterisid bila pH urin 5,5. Obat ini dipakai untuk mengobati ISK kronis. Quinolon, merupakan obat antiseptik baru yang digunakan pada infeksi saluran kemih ( ISK) bawah. Yang terbaru dari quinolone (fluoroquinolon) adalah siprofloksacin, efektif dalam melawan banyak ISK.

Obat Dosis Pemakaian dan Pertimbangan
Nitrofurantoin D: PO: 50-100 mg, 4 kali sehari setelah makan Untuk ISK akut dan kronis, CC yang normal menjamin efektivitas obat, dipakai bersama makanan untuk mengurangi rasa tidak enak pada GI
Metenamin D: PO: 1 g, setiap 12 jam untuk garam hipurat, atau 4 kali sehari untuk garam mandelat Untuk ISK kronis pH urin harus asam (<5,5). Tidak boleh dipakai bersama sulfonamide.
Dapat menyebabkan kristaluria, sehingga perlu banyak minum. Dapat menimbulkan iritasi GI sehingga obat perlu dimakan bersama makanan
Trimetoprim Oral: 100 mg setiap 12 jam

Untuk pencegahan dan pengobatan ISK akut dan kronis.
Dosis tinggi dapat menimbulkan gangguan GI dan masalah kulit (pruritus)
Siprofloksasin D: PO: 250-500 mg, setiap 12 jam; untuk infeksi berat: 500-750 setiap 12 jam Mempunyai efek antibakteri spectrum luas.
Untuk ISK, infeksi jaringan lunak, tulang dan sendi. Antacid menghambat absorbsi obat.
Eve Jackson 94

B. Analgesik, Perangsang dan Antispasmodik Saluran Kemih

Fenazopiridin dipakai untuk meredakan nyeri, rasa terbakar dan sering berkemih serta rasa dorongan berkemih yang merupakan gejala ISK. Obat ini, menimbulkan gangguan GI, anemia hemolitik, nefrotoksik dan hepatotoksisitas. Warna urin akan berubah menjadi jingga tetapi tidak berbahaya.

Jika fungsi kandung kemih menurun atau hilang akibat kandung kemih neurologic, akibat cedera medulla spinalis atau cedera kepala yang berat, maka dapat dipakai parasimpatomimetik untuk merangsang miksi atau berkemih, obat pilihannya adalah betanekol.

Spasme saluran kemih akibat infeksi atau cedera dapat diredakan dengan antispasmodic, yang bekerja langsung pada otot polos saluran kemih. Antispasmodic mempunyai efek yang sama dengan antimuskarinik, parasimpatolitik dan antikolinergik. Efek samping berupa mulut kering, peningkatan denyut jantung, pusing, distensi usus halus dan konstipasi.

Obat Dosis Pemakaian dan Pertimbangan
Analgesik Saluran Kemih

Fenazopiridin D: PO: 100-200 mg 3 kali sehari sesudah makan.
A: PO: 12 mg/kg/hari dalam dosis terbagi 3
Untuk sistitis kronis, guna meredakan nyeri dan rasa terbakar sewaktu berkemih.
Urin akan berwarna jingga,dipakai bersama antibiotic
Perangsang Saluran Kemih

Betanekol D:PO: 10-50 mg 2,3 atau 4 kali sehari Untuk kandung kemih yang hipotonik atau atonik. Tidak boleh dipakai bila terdapat tukak lambung.
Dapat menimbulkan rasa tidak enak pada ulu hati, kram abdomen, mual, muntah, diare dan kembung
Antispasmodik Saluran Kemih

Flavoksat D: PO: 100-200 mg 3 atau 4 kali sehari Untuk spasme saluran kemih. Harus dihindari oleh penderita glaucoma, dan hati-hati pada pemakai usia lanjut

Ringkasan

1) Antiseptik Saluran Kemih

Antiseptik saluran kemih terbatas hanya untuk pengobatan infeksi saluran kemih. Nitrofurantoin, merupakan bakteriostatik dan bakterisid tergantung dosis dan efektif untuk melawan mikroorganisme Gram positif dan negatif. Obat ini dipakai untuk mengobati ISK akut dan kronis.

Pada fungsi ginjal yang normal, obat ini mudah dieliminasi, karena waktu paruhnya yang singkat yaitu 20 menit. Akan tetapi, obat ini dapat menumpuk di dalam serum bila terdapat gangguan saluran kemih.

2) Analgesik, Perangsang dan Antispasmodik Saluran Kemih

Fenazopiridin dipakai untuk meredakan nyeri, rasa terbakar dan sering berkemih serta rasa dorongan berkemih yang merupakan gejala ISK. Obat ini , menimbulkan gangguan GI, anemia hemolitik, nefrotoksik dan hepatotoksisitas. Warna urin akan berubah menjadi jingga tetapi tidak berbahaya.

Jika fungsi kandung kemih menurun atau hilang akibat kandung kemih neurologic, akibat cedera medulla spinalis atau cedera kepala yang berat, maka dapat dipakai parasimpatomimetik untuk merangsang miksi atau berkemih, obat pilihannya adalah betanekol.

Spasme saluran kemih akibat infeksi atau cedera dapat diredakan dengan antispasmodic, yang bekerja langsung pada otot polos saluran kemih. Antispasmodic mempunyai efek yang sama dengan antimuskarinik, parasimpatolitik dan antikolinergik. Efek samping berupa mulut kering, peningkatan denyut jantung, pusing, distensi usus.