Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Perkembangan Kepribadian dalam Etika Keperawatan


BLOGPERAWAT.NET - Dalam artikel ini akan dibahas materi tentang perkembangan kepribadian manusia. Dengan demikian tentunya kita akan semakin memahami konsep-konsep dasar kepribadian manusia, sebagai bagian terbesar dari materi mata kuliah Pengembangan Kepribadian. Termasuk di sini kita dapat mengetahui pendapat para ahli tentang perkembangan kepribadian manusia.

Para ahli akan menjelaskan berbagai teori yang disampaikan, sehingga akan semakin memperjelas kehidupan nyata bahwa manusia pada dasarnya mengalami perkembangan yang secara empiris dapat dibuktikan.

A. Pengertian Perkembangan Kepribadian

Belajar tentang Pengembangan Kepribadian yang berarti kemauan individu manusia untuk menata sistem dalam diri dan perilaku. Artinya seseorang akan menampilkan sesuatu untuk dipersepsikan oleh orang lain . Dengan demikian sebagai manusia harus mampu bersikap aktif dan dinamis untuk meningkatkan kesadaran diri, pengetahuan diri, kecerdasan diri, identitas diri, bakat dan potensi diri, kualitas diri, serta memenuhi cita-cita, keinginan dan tujuan hidup yang diinginkannya.

Keadaan ini akan membangun kepribadian yang unggul dalam mengambil tanggung jawab atas kesehatan diri, karir, keuangan, hubungan, emosi, kebiasaan, dan keyakinan terhadap nilai-nilai kehidupan yang akan diperjuangkan.

Setiap proses pengembangan pribadi membutuhkan kerja keras, waktu, konsistensi, dan kesabaran. Artinya, tidak ada jalan instan untuk merancang diri menuju pertumbuhan pribadi yang unggul. Setiap kegagalan dan kemunduran harus disikapi dengan penuh kesadaran untuk bangkit kembali dan menata kembali kepribadian yang lebih hebat untuk menghadapi kehidupan dan pekerjaan sesuai realitas.

B. Teori Perkembangan Kepribadian Menurut Para Ahli

1. Sigmund Freud (Psikoanalisis Klasik) (1856 – 1939)

Struktur Kepribadian, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), pra sadar (preconscious), dan tidak sadar/bawah sadar (unconscious mind). Id, ego, superego. Id adalah berkaitan dengan prinsip kesenangan, ego berkaitan dengan prinsip kenyataan, sedangkan superego merupakan penjaga moral atau kata hati. Tahap perkembangan psikoseksual, yaitu oral, anal, phalik, laten, genital.

Mengacu pada teori S Freud tersebut mengingatkan kembali pada tahapan perkembangan manusia. Secara empiris telah dirumuskan beberapa tugas perkembangan manusia sejak dalam kandungan sampai dengan lansia. Teori Psikoanalisa lebih menegaskan perkembangan psikologis disaat usia awal (0 – 5 th). Di usia tersebut dapat terlihat tingkah laku balita misalnya saat bayi menangis tanpa ada penyebab yang jelas maka ketika diberikan sesuatu dimasukkan mulut akan segera terdiam karena sudah tercapai kepuasan, yaitu fase oral ini merupakan bentuk tugas perkembangan yang secara alami akan dilewati.

Demikian akan terjadi seterusnya sepanjang masa kehidupan manusia sesuai tahapan pertambahan usianya. Jika secara alami tidak terpenuhi kebutuhan tersebut maka bukan tidak mungkin pada saatnya ketika sudah terlewati akan terjadi masalah penyimpangan perkembangan kepribadian bahkan sampai dengan penyimpangan kejiwaan.Tentunya yang seperti contoh di atas tidak menguntungkan bagi kehidupan individu manusia.

2. Alfred Adler (Psikologi Individual) (1870 – 1937)

Dalam teori ini menjelaskan tentang pengertian pokok untuk membahas kepribadian. Adapun pengertian pokok yang dimaksud dalam Teori Adler, bahwa:
  • Individualitas sebagai pokok persoalan, artinya bahwa pentingnya sifat khas (unik) daripada sekedar kepribadian.
  • Pandangan Teleologis, yaitu: finalisme semu, yang artinya bahwa manusia dihadapkan pada gambaran-gambaran yang semu (cita-cita atau pikiran semu) yang justru memungkinkan manusia menghadapi realita dengan baik.
  • Dalam diri manusia terdapat Dua Dorongan Pokok yang dapat mendorong dan melatarbelakangi tingkah lakunya, yaitu:
    1. Dorongan kemasyarakatan, dorongan ini mendorong manusia untuk mengabdi ke masyarakat.
    2. Keakuan yaitu, mendorong manusia mengabdi pada diri sendiri.
    3. Rasa Rendah Diri dan Kompensasi pendorong bagi segala perbaikan dalam kehidupan manusia,sebagai contoh orang yang mempunyai organ yang kurang baik itu berusaha mengkompensasikannya dengan jalan memperkuat organ dengan latihan-latihan.

3. Karen Horney (1885-1952)

Ahli ini menjelaskan tentang teori kepribadian, Dijelaskan bahwa dasar kepribadian terbentuk pada tahun-tahun pertama kehidupan anak. Ada pengaruh dari faktor sosial (hubungan antara orang tua dan anak) dan dalam hal ini sangat mempengaruhi perkembangan kepribadian (bukan dorongan biologis).

Horney menekankan faktor budaya dibanding faktor biologis dalam perkembangan manusia. Hal ini terutama yang terkait dengan perbedaan gender. Anak-anak memulai hidupnya dengan basic anxiety, tapi hal itu dapat diatasi dengan pengasuhan yang memadai dari orang tua maupun orang lain.

4. Harry Stack Sulivan

Menurut Sulivan bahwa ada faktor sosial (proses akulturasi) dan faktor fisiologis yang ikut menentukan perkembangan psikologis manusia. Menurut teori yang disampaikan Sulivan ada tujuh tahapan perkembangan yaitu:

Infancy (masa kelahiran sampai mampu berbicara)
Childhood (masa kanak-kanak)
Juvenile (usia 5-11 tahun)
Preadolescence (masa pradewasa)
Early adolescence (masa dewasa awal)
Late adolescence (masa dewasa akhir)
Adulthood (masa dewasa/sebagai orang tua)

Tahapan perkembangan tersebut menunjukkan perkembangan kepribadian sepanjang daur kehidupan manusia mulai usia bayi sampai dengan orangtua/lansia. Tahapan tersebut tentunya diikuti dengan ciri-ciri perkembangan manusia sesuai tahapannya.

Ciri-ciri perkembangan yang ada akan menunjukkan bahwa manusia berada dalam keseimbangan pribadi yang normal ataukah kurang normal/tidak sesuai. Pada saat ini di praktik lapangan (Puskesmas) melalui program penilaian perkembangan masa anak sampai dengan balita, telah digunakan pedoman (KPSP) yang dapat diisi oleh orangtua anak untuk menilai perkembangan anak dan menentukan normal atau dalam masalah perkembangan.

Dengan demikian kita bisa mencoba melihat perkembangan manusia disekitar anda sesuai kelompok umur dan tugas perkembangannya. Kita juga bisa mencoba menanyakan kepada beberapa orangtua yang sedang membawa anaknya ke tempat layanan kesehatan tentang perkembangannya menggunakan pedoman (KPSP), dan dapat disimpulkan hasilnya apakah dalam batas normal.

5. Kurt Lewin (1890- 1947)

Sebelum menjelaskan tentang teori perkembangan kepribadian manusia perlu diketahui bahwa ada Dinamika Kepribadian yang terdiri atas: energi psikis (psychic energy), tegangan, kebutuhan (need), tindakan (action) meliputi: vector (kekuatan yang mendorong terjadinya tingkah laku) dan valensi (nilai region dari lingkungan psikologis bagi pribadi) serta lokomosi (perpindahan lingkaran pribadi).

Selanjutnya dapat dibahas tentang Perkembangan Kepribadian manusia. Menurut Lewin pada hakekatnya perkembangan adalah perubahan tingkah laku, yaitu makin bertambah umur seseorang variasi kegiatannya makin bertambah termasuk struktur dan organisasi tingkah lakunya, makin lama makin kompleks. Beberapa hal yang bertambah antara lain:
  • Struktur relasi bertambah, awalnya pergaulan terbatas lingkungan disekitar rumah, kemudian bertambah diluar rumah/tetangga
  • Hirarki bertambah kompleks, awalnya hanya dapat menggunakan sesuatu sebagai alat permainan dengan bertambahnya umur menggunakan alat untuk memenuhi kebutuhan
  • Bertambah luasnya arena aktivitas individu, makin dewasa seseorang maka arena aktivitasnya menjadi bertambah lebih luas
  • Perubahan realita, artinya adalah makin bertambah usia makin dapat membedakan yang khayal dan yang realistis
  • Makin terdeferensiasinya tingkah laku, mula-mula seorang anak kecil memegang sesuatu dengan 2 tangan, kemudian meningkat hanya dengan 1 tangan.
  • Makin stratifikasi, artinya makin bertambahnya umur seseorang akan semakin pandai menyembunyikan isi hatinya. Jika anak bisa berdusta semu, setelah dewasa bisa berdusta dengan sengaja.
  • Penjelasan perkembangan diatas cukup menambah wawasan anda tentang bagaimana kepribadian manusia secara alami mengalami perkembangan sehingga manusia semakin dapat menyesuaikan diri dan memenuhi segala kebutuhan hidupnya baik fisik maupun psikologis.

6. Erik Erikson (1902-1994)

Teori Erik Erikson (Tahapan Pembangunan Psikososial) tentang delapan tahap kepribadian.Teori ini juga melampaui masa kanak-kanak untuk melihat perkembangan di seluruh umur yang dibagi dalam 8 tingkatan.

Perkembangan kepribadian dalam teori psikoanalisis Erickson perkembangan manusia adalah salah satu teori terbaik yang dikenal dalam psikologi. Erikson memilih untuk fokus pada pentingnya hubungan sosial pada perkembangan manusia yang meliputi urutan perkembangan seperti dalam bagan sebagai berikut:

Trust VS Mistrust (0-1/1,5 tahun)
Otonomi VS Rasa Malu dan Ragu ( early chilhood: 1/1,5-3 tahun)
Inisiatif VS Rasa Bersalah (late chilhood: 3-6th)
Industri VS Inferiority ( usia sekolah: 6-12 tahun)
Identitas dan Penolakan VS difusi Identitas ( masa remaja: 12-20 tahun)
Intimasi dan Solidaritas VS Isolasi (Early adulthood: 20-35 th)
Generativitas VS Stagnasi/mandeg ( middle adulthood: 35-65 th)
Integritas VS Keputusasaan (later years: diatas 65 th)

C. Faktor-Faktor Penentu Kepribadian

Selanjutnya akan dibahas tentang beberapa faktor yang ikut menentukan kepribadian manusia, sehingga manusia menjadi semakin berkembang sebagaimana mestinya. Di bahasan ini kita akan mendapatkan pengetahuan yang mendasari perkembangan kepribadian, sekaligus dapat menjawab pertanyaan umum siapakan dan apakah yang mempengaruhi perkembangan kepribadian individu manusia .Secara garis besar faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian, yaitu hereditas (genetika) dan lingkungan (environment).

1. Faktor Keturunan

Yang dimaksud faktor keturunan merujuk pada faktor genetika seorang individu. Termasuk kategori individu misalnya: tinggi fisik, bentuk wajah, gender, temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis. Contoh ciri-ciri tersebut adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap, entah sepenuhnya atau secara substansial, dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yang merupakan komposisi biologis, psikologis, dan psikologis bawaan dari individu.

Pernyataan tersebut kemudian didukung oleh beberapa hasil penelitian tentang:
  • Penyokong genetis dari perilaku dan temperamen anak-anak
  • Anak-anak kembar yang dipisahkan sejak lahir
  • Konsistensi kepuasan kerja dari waktu ke waktu dan dalam berbagai situasi.
Marilah kita coba menyimak penjelasan hasil penelitian yang berkaitan dengan faktor keturunan sebagai pendukung perkembangan kepribadian. Ilustrasi dibawah ini perlu dipahami supaya anda sedikit mendapat informasi yang cukup bervariasi tentang perkembangan kepribadian manusia.

Contoh kejadian 1
Informasi I
Penelitian terhadap anak-anak memberikan dukungan yang kuat terhadap pengaruh dari faktor keturunan. Beberapa pernyataan di bawah ini dapat menjadi pertimbangan kebenaran teori tersebut:
  1. Bukti menunjukkan bahwa sifat-sifat seperti perasaan malu, rasa takut, dan agresif dapat dikaitkan dengan karakteristik genetis bawaan.
  2. Temuan ini mengemukakan bahwa beberapa sifat kepribadian mungkin dihasilkan dari kode genetis sama yang mempengaruhi faktor-faktor seperti tinggi badan dan warna rambut.

Contoh kejadian II
Informasi II
Para peneliti telah mempelajari lebih dari 100 pasangan kembar identik yang dipisahkan sejak lahir dan dibesarkan secara terpisah. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut:
  1. Ternyata peneliti menemukan kesamaan untuk hampir setiap ciri perilaku, ini menandakan bahwa bagian variasi yang signifikan di antara anak-anak kembar ternyata terkait dengan faktor genetis.
  2. Penelitian ini juga memberi kesan bahwa lingkungan pengasuhan tidak begitu memengaruhi perkembangan kepribadian atau dengan kata lain, kepribadian dari seorang kembar identik yang dibesarkan di keluarga yang berbeda ternyata lebih mirip dengan pasangan kembarnya dibandingkan kepribadian seorang kembar identik dengan saudara-saudara kandungnya yang dibesarkan bersama-sama.

2. Faktor Lingkungan

Faktor lain yang memberi pengaruh cukup besar terhadap pembentukan karakter adalah lingkungan di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami.

Faktor lingkungan ini memiliki peran dalam membentuk kepribadian seseorang. Keluarga merupakan tempat yang paling dekat dan berpengaruh terhadap anggota nya termasuk individu manusia sejak masa kanak-kanak. Pola-pola perilaku yang sudah terkembangkan dalam masyarakat (bangsa) tertentu (seperti bentuk adat istiadat) sangat memungkinkan mereka untuk memiliki karakteristik kepribadian tertentu yang sama.

3. Sifat-Sifat Kepribadian

Para peneliti telah lama meyakini bahwa sifat-sifat kepribadian dapat membantu proses seleksi karyawan, menyesuaikan bidang pekerjaan dengan individu, dan memandu keputusan pengembangan karier.
“Kepribadian merupakan organisasi yang dinamis dalam individu tentang sistem psikofisik yang menentukan penyesuaiannya yang unik terhadap lingkungannya.”
Pengertian tersebut dapat diartikan sebagai berikut:
  • Dynamic, merujuk kepada perubahan kualitas perilaku (karakteristik) individu, dari waktu ke waktu, atau dari situasi ke situasi.
  • Organization, yang menekankan pemolaan bagian-bagian struktur kepribadian yang independen, yang masing-masing bagian tersebut mempunyai hubungan khusus satu sama lainnya. Ini menunjukkan bahwa kepribadian itu bukan kumpulan sifat-sifat, dalam arti satu sifat ditambah dengan yang lainnya, melainkan keterkaitan antara sifat-sifat tersebut, yang satu sama lainnya saling berhubungan atau berinterelasi.
  • Psychophysical Systems, yang terdiri atas kebiasaan, sikap, emosi, motif, keyakinan, yang kesemuanya merupakan aspek psikis, tetapi mempunyai dasar fisik dalam diri individu, seperti: syaraf, kelenjar, atau tubuh individu secara keseluruhan. Sistem psikofisik ini meskipun mempunyai fondasi pembawaan, namun dalam perkembangannya lebih dipengaruhi oleh hasil belajar, atau diperoleh melalui pengalaman.
  • Determine, yang menunjuk pada peranan motivasional sistem psikofisik. Dalam diri individu, sistem ini mendasari kegiatan-kegiatan yang khas, yang mempengaruhi bentuk-bentuk. Sikap, keyakinan, kebiasaan, atau elemen-elemen sistem psikofisik lainnya muncul melalui sistem stimulus, baik dari lingkungan, maupun dari dalam diri individu sendiri.
  • Unique, yang menunjuk pada keunikan atau keragaman tingkah laku individu sebagai ekspresi dari pola sistem psikofisiknya. Dalam proses penyesuaian diri terhadap lingkungan, tidak ada reaksi atau respon yang sama dari dua orang, meskipun kembar identik.