Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Anatomi Fisiologi Sistem Integumen

BLOGPERAWAT.NET - Pada materi ini kita akan mempelajari sistem integumen sehingga kita diharapkan mampu menjelaskan sistem integumen, fungsi sistem integumen, bagian dari anatomi sistem integumen.

Pengertia Sistem Integumen

Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas. Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorisnya, termasuk rambut, kuku, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).

Fungsi dari sistem integumen adalah:

  1. Melindungi struktur internal
  2. Mencegah masuknya kuman penyebab penyakit
  3. Mengatur suhu tubuh
  4. Melakukan proses ekskresi melalui keringat
  5. Melindungi bahaya sinar matahari
  6. Memproduksi vitamin D

Anatomi Fisiologi Kulit

Anatomi fisiologi kulit

Kulit dibagi 3 lapisan yaitu epidermis, dermis dan hypodermis.

a. Lapisan Kulit Epidermis

Epidermis sering kita sebut sebagai kulit luar. Kulit luar ini jika dikumpulkan akan menjadi organ terbesar dari tubuh. Luas permukaannya sendiri adalah sekitar 18 meter persegi. Epidermis memiliki beberapa lapisan yang mengandung empat jenis sel.
  1. Keratinosit → memproduksi keratin, yaitu protein yang memberikan kekuatan, fleksibilitas, dan anti air
  2. Melanosit → memproduksi melanin, yaitu pigmen gelap yang memberikan warna kulit
  3. Merkel → berkaitan dengan indra sentuhan
  4. Langerhans → membantu sistem kekebalan tubuh

Sesuai dengan anatomi fisiologi sistem integumen, lapisan terdalam dari epidermis adalah lapisan basal. Lapisan ini merupakan lapisan sel tunggal yang menempati membran dasar (lapisan antara dermis dan epidermis).

Lapisan berikutnya adalah lapisan stratum spinosum. Stratum spinosum terdiri atas sel-sel bergranul (sel kasar).

Setelah lapisan stratum spinosum dalam anatomi fisiologi sistem integumen bagian epidermis ini terdapat stratum granulosum, yaitu lapisan yang juga bergranul dan lebih kasar. Kemudian terdapat stratum lucidum yang berfungsi sebagai pelindung terhadap kerusakan akibat sinar ultraviolet.

Lapisan lucidum menurut anatomi fisiologi sistem integumen hanya ada di daerah yang sering digunakan seperti telapak tangan dan telapak kaki.

Selain itu, dalam anatomi fisiologi sistem integumen bagian epidermis ini juga masih terdapat lapisan paling luar dari epidermis yang disebut stratum corneum, yaitu lapisan sel-sel mati yang membuat kulit elastis dan berfungsi sebagai pelindung sel-sel dasar yang kering.

b. Lapisan Kulit Dermis

Dermis adalah lapisan kulit yang berada di bawah epidermis. Penyusun utama dari dermis adalah kolagen (protein penguat), serat retikuler (serat protein yang berfungsi sebagai penyokong), dan serat elastis (protein yang berperan dalam elastisitas kulit).

Jenis lapisan kulit dermis terdiri atas dua macam, yaitu:
  1. Lapisan papiler (lapisan jaringan ikat longgar)
  2. Lapisan retikuler (lapisan jaringan ikat padat).
Kedua lapisan ini sangat sulit untuk dibedakan.

Di dalam lapisan kulit dermis terdapat:
  1. Kelenjar keringat (yang berfungsi sebagai penghasil keringat untuk pencegah kulit kering dan juga pengatur suhu tubuh)
  2. Kelenjar minyak (yang berfungsi dalam menghasilkan minyak yang berperan sebagai pelindung kulit dari kekeringan)
  3. Folikel rambut (bagian akar rambut yang merupakan tempat membelahnya sel-sel rambut)
  4. Hipodermis atau subkutan (bagian kulit yang paling bawah)
  5. Saraf-saraf penerima rangsang sentuhan (yang berfungsi sebagai sensor penerima rangsang sentuhan yang kemudian akan dikirimkan ke otak).
Di dalam dermis juga terdapat jaringan lemak yang merupakan tempat cadangan energi padat yang sewaktu-waktu digunakan tubuh untuk beraktivitas (ketika di dalam tubuh tidak ada glukosa).

c. Lapisan Kulit Hipodermis (Subkutis)

Lapisan kulit hipodermis adalah jaringan ikat di bawah kulit yang mengandung jaringan lemak, pembuluh darah dan limfa, serta saraf yang berjalan sejajar dengan permukaan kulit.

Fungsi jaringan ini sebagai penahan terhadap benturan ke organ tubuh bagian dalam, memberi bentuk pada tubuh, mempertahankan suhu tubuh dan sebagai tempat penyimpan cadangan makanan.

Anatomi Fisiologi Rambut dan Kuku

Anatomi fisiologi Sistem Integumen yang lainnya adalah rambut dan Kuku. Rambut dan kuku merupakan turunan dari kulit.

a. Anatomi Fisiologi Rambut

Rambut terdiri atas medulla, korteks, dan juga kutikula. Medula letaknya berada di bagian tengah. Medula berisi keratin dan udara.


Adapun korteks merupakan lapisan paling tebal rambut. Lapisan inilah yang memiliki pigmen (zat warna) yang menentukan rambut berwarna hitam, coklat, merah, ataupun pirang. Sedangkan kutikula merupakan lapisan terluar rambut. Lapisan ini berupa sel-sel yang tumpang tindih seperti sisik. Akar rambut tertanam di bawah kulit (bagian dermis).

Ada beberapa fungsi rambut, diantaranya:
  • Melindungi kulit dari pengaruh buruk
  • Alis mata melindungi mata dari keringat agar tidak mengalir ke mata
  • Menyaring udara pada hidung
  • Serta berfungsi sebagai pengatur suhu
  • Pendorong penguapan keringat
  • Indera peraba yang sensitif
3 fase pertumbuhan rambut, diantaranya:
  1. Fase pertumbuhan (Anagen) - Sel-sel matriks melalui mitosis membentuk sel-sel baru mendorong sel-sel lebih tua ke atas. Aktivitas ini lamanya 2-6 tahun. 90 % dari 100.000 folikel rambut kulit kepala normal mengalami fase pertumbuhan pada satu saat.
  2. Fase peralihan (Katagen) - Masa peralihan dimulai dari penebalan jaringan ikat di sekitar folikel rambut. Bagian tengah akar rambut menyempit dan bagian di bawahnya melebar dan mengalami pertandukan sehingga terbentuk gada (club) berlangsung 2-3 minggu.
  3. Fase istirahat (Telogen) - Berlangsung kurang lebih 4 bulan, rambut mengalami kerontokan 50-100 lembar rambut rontok dalam tiap harinya. Faktor pendukung terjadinya kerontokan rambut jika terjadi trauma, stress dan sebagainya.

b. Anatomi Fisiologi Kuku

Kuku adalah bagian terminal lapisan tanduk yang menebal.

Gambar: Anatomi kuku

Bagian kuku terdiri dari:
  • Matriks kuku merupakan pembentuk jaringan kuku yang baru.
  • Dinding kuku (nail wall) merupakan lipatan-lipatan kulit yang menutupi bagian pinggir dan atas.
  • Dasar kuku (nail bed) merupakan bagian kulit yang ditutupi kuku.
  • Alur kuku (nail grove) merupakan celah antar dinding dan dasar kuku.
  • Akar kuku (nail root) merupakan bagian proksimal kuku.
  • Lempeng kuku (nail plate) merupakan bagian tengah kuku yang dikelilingi dinding kuku.
  • Lunula merupakan bagian lempeng kuku yang berwarna putih di dekat akar kuku berbentuk bulan sabit, sering tertutup oleh kulit.
  • Eponikium (kutikula) merupakan dinding kuku bagian proksimal, kulit arinya menutupi bagian permukaan lempeng kuku.
  • Hiponikium merupakan dasar kuku, kulit ari dibawah kuku yang bebas (free edge) menebal.

Anatomi Fisiologi Kelenjar Keringat

Berdasarkan fungsi dan komposisi keringat yang diproduksinya, setidaknya terdapat dua jenis kelenjar keringat, yakni kelenjar keringat ekrin dan kelenjar keringat apokrin

Gambar: Kelenjar keringat

a. Kelenjar Keringat Ekrin

Berfungsi sebagai pengatur suhu tubuh. Kelenjar ini tersebar luas di seluruh permukaan kulit. Namun, lokasi terbanyak kelenjar ekrin biasanya terdapat di sekitar wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Keringat yang dihasilkannya pun berupa air yang mengandung berbagai macam garam.

b. Kelenjar Keringat Apokrin

Berfungsi sebagai pemecah komponen organik dari keringat yang dihasilkan. Kelenjar ini akan menghasilkan bau tak sedap Banyak terdapat di sekitar ketiak dan selangkangan atau sekitar alat kelamin