Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Asuhan Keperawatan Kebutuhan Cairan

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Kompetensi Dasar

Setelah mengikuti pembelajaran praktik ini, Anda diharapkan mampu melakukan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit.

2. Kompetensi Khusus

Setelah melakukan praktik klinik asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit, Anda diharapkan dapat:
  • Melakukan pengkajian pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit
  • Merumuskan Diagnosa keperawatan berdasarkan analisa data pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit
  • Melaksanakan perencanaan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit
  • Melaksanakan tindakan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit
  • Melakukan evaluasi tindakan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit
  • Mendokumentasikan asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit

B. POKOK-POKOK MATERI

  1. Pengkajian keperawatan dan klasifikasi data subyektif dan obyektif pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit.
  2. Diagnosa keperawatan berdasarkan Analisa Data pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit.
  3. Perencanaan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit.
  4. Implementasi keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit.
  5. Evaluasi keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit.
  6. Dokumentasi asuhan keperawatan pada klien yang mengalami gangguan pemenuhan kebutuhan cairan elektrolit.

C. PEMBERIAN CAIRAN MELALUI INFUS (IVF)

1. Pengertian

  • Pemasangan Infus adalah memasukkan cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena dalam jumlah banyak dan waktu yang lama, dengan menggunakan alat Infus set.
  • Pemasangan Infus adalah teknik penusukan/pemasukan jarum atau kateter infuse (Abocat) melalui transkutan dengan stilet tajam, yang kaku dan steril yang disambungkan dengan spuit.

2. Tujuan

  • Mempertahankan, mengganti cairan serta mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh yang mengandung air elektrolit, vitamin protein lemak dan kalori yang tidak dapat dipertahankan secara oral.
  • Memperbaiki asam basah.
  • Pemeliharaan nutrisi.
  • Pemberian obat-obatan intravena ke dalam tubuh lewat intravena.
  • Hemodynamic monitoring.
  • Akses dalam keadaan darurat.
  • Memonitor tekanan vena sentral (CVP).
  • Suatu alat yang mempunyai kemampuan memompa cairan masuk kedalam tubuh dengan cairan tertentu dan dosis tertentu sesuai dengan program yang di berikan.
  • Pasien yang diduga hipovolum.
  • Pasien yang mengalami trauma berat.

3. Lokasi Penusukan

Lokasi pemasangan infus
  • Bagian punggung telapak tangan – vena metakarpal. Jika memungkinkan lakukan pada vena digitalis.
  • Lengan bawah - vena basilica atau cephalica.
  • Siku bagian dalam-fossa antecubital-media basilica dan media cephalic untuk penusukan infuse jangka pendek.
  • Ekstremitas bawah:
    • Kaki-vena pleksus dorsum, arkus vena dorsalis, vena medical marginalis.
    • Mata kaki- vena saphena magma.

3. Persiapan Pasien

a. Monitoring keadaan umum pasien
  1. Tingkat kesadaran
  2. Tanda-tanda vital
  3. Keadaan kulit atau turgor.
b. Memberikan informasi kepada pasien
  1. Kapan dan untuk apa diberikan Infus.
  2. Berapa lama pemberian Infus.
  3. Hal yang harus dilakukan selama pemasangan Infus.
    • Menjaga/mempertahankan tempat insersi agar tidak kotor/dikotori.
    • Tidak boleh mengatur tetesan sendiri.
    • Tidak boleh menarik selang Infus sendiri.
    • Bila ada yang dikeluhkan berhubungan dengan tempat insersi, harus diberitahukan kepada perawat.

4. Persiapan Alat

Persiapan alat pemasangan infus
  • Cairan yang diberikan
  • Kapas steril
  • Kasa steril
  • Alkohol 70%
  • Povidone iodone
  • Plester
  • Standar Infus
  • Infus set
  • IV Chateter sesuai usia (Abocat)
  • Handskund steril sekali pakai
  • Perlak/pengalas
  • Bengkok
  • Alat pencukur
  • Gunting
  • Tornikuet/manset
  • Gunting
  • Verban
  • Spalk dalam keadaan siap pakai, bila perlu.
  • Obat-obatan jika akan diberikan therapy obat lewat IV.

5. Prosedur Kerja/SOP Pemasangan Infus

a. Tahap Pre Interaksi
  1. Cek atau baca status dan terapi cairan pasien.
  2. Cuci tangan.
  3. Siapkan alat-alat dan bawa ke dekat pasien.
b. Tahap Orientasi
  1. Beri salam, Panggil klien dengan nama kesukaannya.
  2. Jelaskan maksud dan tujuan, prosedur dan lamanya tindakan yang akan dilakukan oleh perawat untuk pasien.
c. Tahap Kerja
  1. Bila dimungkinkan tindakkan sebaiknya dilakukan oleh 2 orang perawat.
  2. Beri kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan dilakukan.
  3. Menanyakan keluhan utama atau keluhan yang dirasakan sekarang.
  4. Menjaga privasi pasien.
  5. Letakkan pasien pada posisi semi fowler atau supine jika tidak memungkinkan.
  6. Bebaskan lengan pasien dari baju/kemeja.
  7. Letakkan manset 5-15 cm di atas tempat tusukan.
  8. Letakkan alas plastik di bawah lengan klien.
  9. Hubungan cairan infus dengan infus set dan gantungkan.
  10. Periksa label pasien sesuai dengan instruksi cairan yang akan diberikan.
  11. Alirkan cairan infus melalui selang infus sehingga tidak ada udara di dalamnya.
  12. Kencangkan klem sampai infus tidak menetes dan pertahankan kesterilan sampai pemasangan pada tangan disiapkan.
  13. Kencangkan tournique/manset.
  14. Anjurkan pasien untuk mengepal dan membukanya beberapa kali, palpasi dan pastikan tekanan yang akan ditusuk.
  15. Bersihkan kulit dengan cermat menggunakan kapas alkohol, lalu diulangi dengan menggunakan kapas betadin. Arah melingkar dari dalam keluar lokasi tusukan.
  16. Gunakan ibu jari untuk menekan jaringan dan vena 5 cm di atas/di bawah tusukan.
  17. Pegang jarum pada posisi 30ยบ pada vena yang akan ditusuk, setelah pasti masuk, lalu tusuk perlahan dengan pasti.
  18. Rendahkan posisi jarum sejajar pada kulit dan tarik jarum sedikit lalu teruskan plastik IV catheter ke dalam vena.
  19. Tekan dengan jari ujung plastik IV catheter.
  20. Tarik jarum infus keluar.
  21. Sambungkan plastik IV catheter dengan ujung selang infus.
  22. Lepaskan manset.
  23. Buka klem infus sampai cairan mengalir lancar.
  24. Oleskan dengan salep betadin di atas tempat penusukan, kemudian ditutup dengan kasa steril.
  25. Fiksasi posisi plastik IV catheter dengan plester.
  26. Atur tetesan infus sesuai dengan ketentuan, pasang stiker yang sudah diberi tanggal.
  27. Chateter bersayap (Wing Needle)
    • Letakkan plester di bawah sayap kemudian lipat di atas sayap searah dan sejajar ujung IV chateter.
    • Letakkan plester kedua di atas pangkal IV chateter dan sayap dengan posisi melintang.
    • Tutup bagian kasa steril dan letakkan dengan plester sesuai dengan kebutuhan.
    • Tulis tanggal dan jam pemasangan IV chateter pada plester penutup kasa.
d. Tahap Terminasi
  1. Evaluasi pasien dan hasil kegiatan.
  2. Lakukan kontrak kegiatan dengan pasien.
  3. Akhiri kegiatan dengan sapaan atau salam.
  4. Buka sarung tangan Cuci tangan.
e. Dokumentasi

Catat hasil dalam melakukan perawatan.

6. Perhatian

  • Kelancaran cairan dan jumlah tetesan harus tepat, sesuai dengan program pengobatan
  • Bila terjadi hematoma, bengkak dan lain-lain pada tempat insersi, maka Infus harus dihentikan dan dipindahkan pemasangannya ke bagian tubuh yang lainnya.
  • Perhatikan reaksi pasien selama 15 menit pertama. Bila timbul reaksi alergi (misalnya menggigil, urtikaria, atau schok), maka Infus harus segera diperlambat tetesannya, jika perlu dihentikan, kemudian segera laporkan kepada seorang penanggung jawab ruangan atau dokter yang bersangkutan.
  • Buat catatan pemberian Infus secara terperinci yang meliputi:
    1. Tanggal, hari, jam dimulainya pemasangan Infus.
    2. Macam dan jumlah cairan atau obat serta jumlah tetesan permenit.
    3. Keadaan umum pasien (Vital sign, dll) selama pemasangan Infus).
    4. Reaksi pasien yang timbul akibat pemberian cairan atau obat.
    5. Nama dokter atau petugas pelaksana atau yang bertanggung jawab. Siapkan cairan atau obat untuk pemberian selanjutnya.
    6. Perhatikan teknik aseptic dan septic.
    7. Cara pemasangan Infus harus seusia dengan perangkat Infus yang digunakan.

D. LANGKAH KEGIATAN PENGKAJIAN

Asuhan keperawatan pada kebutuhan cairan ini lebih menekankan kepada kebutuhan cairan yang harus di penuhi oleh setiap manusia.
  1. Pada pembelajaran ini, silahkan Anda identifikasi pada pasien yang berkunjung ke puskesmas maupun rumah sakit yang mengalami masalah kebutuhan cairan. Langkah awal yang Anda lakukan adalah mempersilahkan pasien masuk ke ruang periksa dan mempersilahkan duduk. Jangan lupa Anda perkenalkan diri, sebutkan nama Anda, jelaskan maksud dan tujuan Anda melakukan pemeriksaan.
  2. Sebelum dan sesudah melakukan pemeriksaan, lakukan cuci tangan 7 langkah terlebih dahulu.
  3. Lakukanlah Pengkajian
    • Anamnesa meliputi:
      1. Tanyakan identitas pasien (nama, umur, pendidikan, agama, suku bangsa, alamat).
      2. Tanyakan keluhan utama yang dialami pasien bila ada.
      3. Tanyakan riwayat kesehatan saat ini meliputi pola P (Paliatif atau penyebab), Q (Quality atau kualitas), R (Regio atau tempat), S (Safety of life), T (Time).
    • Tanyakan riwayat kesehatan yang lalu meliputi apakah pernah sakit sampai dirawat di rumah sakit, jika pernah dirawat, tanyakan jenis sakitnya.
    • Lakukan pengumpulan data obyektif pada remaja meliputi keadaan umum, tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan), pemeriksaan fisik (head to toe). Dengan mengajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
      1. Pola intake cairan dan makanan yang dikonsumsi dalam 24 Jam: Jumlah cairan yang diminum ........... cc Jenisnya ...............
      2. Pola pengeluaran cairan. Apakah banyak mengeluarkan cairan, Ya/Tidak. Bila Ya, melalui apa ? Muntah, diare, keringat.
      3. Penyakit yang pernah diderita? Ginjal ..............., Jantung ............., DM ............  Hipertensi ........, Cirosis hepatitis dan lain-lain ...........
      4. Pola intake cairan dan makanan yang dikonsumsi dalam 24 jam. Jumlah cairan yang diminum ............. cc Jenisnya .............
      5. Pola pengeluaran cairan: Apakah banyak mengeluarkan cairan? Ya/Tidak. Bila Ya, Melalui apakah ? Muntah, Diare, Keringat ?
      6. Apakah tanda-tanda dehidrasi
        • Perasaan haus :.................
        • Turgor kulit :..................
        • Oedema :.......................
        • Sesak nafas :......................
      7. Pengobatan/cairan yang diberikan
        • Jenis Cairan : ................
        • Jumlah Cairan : ......................
        • Jumlah tetesan : .....................
        • Obat-Obat yang diberikan : ..................
  4. Lakukan klasifikasi data objektif dan subjektif kemudian dilanjutkan dengan analisa data sesuai kasus tersebut.
  5. Setelah Anda selesai melakukan klasifikasi data subjektif dan objektif selanjutnya Anda rumuskan diagnosa keperawatan sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh klien.
  6. Kemudian Anda buatkan rencana keperawatan sesuai dengan prioritas diagnosa keperawatan yang telah Anda rumuskan.
  7. Anda lanjutkan dengan melaksanakan tindakan keperawatan berdasarkan rencana tindakan yang telah Anda susun berdasarkan prioritas masalahnya.
  8. Selanjutnya Anda lakukan evaluasi tindakan keperawatan yang telah Anda lakukan.
  9. Kemudian lakukan dokumentasikan asuhan keperawatan kebutuhan cairan.