Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Infeksi Virus Pada Manusia

Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Meskipun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya.

Gambar: Bakteriofag (Salvo, 2012)

Berikut ini contoh-contoh virus yang merugikan manusia, antara lain:

1. Virus DNA

  • Hepadnaviridae: virus hepatitis B penyebab penyakit hepatitis B
  • Adenoviridae: virus herpes penyebab herpes simplex type 1 and 2, varicella zoster
  • Herpesviridae: virus (chicken pox, shingles)
  • Epstein Barr virus (infectious mononucleosis), cytomegalovirus.

2. Virus RNA

  • Picornaviridae: enteroviruses, rhinoviruses, coxsackie virus, poliovirus, hepatitis A virus
  • Caliciviridae: western equine encephalitis virus (WEE), eastern equine encephalitis virus (EEE), dan Venezuelan equine
  • Rhabdoviridae: rabies virus, vesicular stomatitis virus, Mokola virus, Duvenhage virus
  • Paramyxoviridae: parainfluenza viruses, mumps virus, measles virus, respiratory syncytial virus.

Penyakit manusia akibat virus

Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus, antara lain: influenza, cacar air, hepatitis, polio, dan AIDS. Penyebab influenza adalah virus orthomyxovirus yang berbentuk seperti bola. Virus influenza ditularkan lewat udara dan masuk ke tubuh manusia melalui alat pernapasan.

Cacar air disebabkan oleh virus Herpesvirus varicellae. Virus ini mempunyai DNA ganda dan menyerang sel diploid manusia.

Hepatitis (pembengkakan hati) disebabkan oleh virus hepatitis. Ada 3 macam virus hepatitis, yaitu: hepatitis A, B, dan C (non-A, non-B), D, E, G, dan H. Gejalanya adalah demam, mual, muntah, perubahan warna kulit, dan selaput lendir menjadi kuning. Virus hepatitis A cenderung menimbulkan hepatitis akut, sedangkan virus hepatitis B cenderung menimbulkan hepatitis kronis.

Polio disebabkan oleh poliovirus. Serangan poliovirus menyebabkan lumpuh bila virus menginfeksi selaput otak (meningitis) dan merusak sel saraf yang berhubungan dengan saraf tepi.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah penurunan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Virus HIV adalah virus kompleks yang mempunyai 2 molekul RNA di dalam intinya. Virus tersebut diduga kuat berasal dari virus kera afrika yang telah mengalami mutasi.

Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma, atau kutil), yang memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker dan agen-agen infektan.

Juga ada beberapa kontroversi mengenai apakah virus borna, yang sebelumnya diduga sebagai penyebab penyakit saraf pada kuda, juga bertanggung jawab kepada penyakit psikiatris pada manusia.

Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan kekhawatiran penggunaan virus sebagai senjata biologis. Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya cara penciptaan varian virus baru di laboratorium.

Frion

Prion merupakan protein infeksius yang menyebabkan penyakit saraf. Stanley Prusiner seorang neurobiologist Amerika, menduga bahwa penyebab penyakit saraf scrapie pada domba adalah protein infeksius yang dinamakan prion. Dugaan ini timbul karena infeksi pada jaringan otak domba yang terserang scrapie dapat direduksi dengan protease.

Penyakit  lain yang diduga disebabkan oleh prion adalah penyakit sapi gila (mad cow disease). Prion tidak memiliki asam nukleat. Bagian utama prion adalah protein Prp (protein prion) yang secara genetik ditemukan dalam keadaan normal pada DNA inang normal.