Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Manfaat Mikroorganisme Bagi Kehidupan Manusia

pixabay.com

BLOGPERAWAT.NET - Mikroorganisme terdapat di mana-mana dan interaksinya dengan sesama mikroorganisme atau pun organisme lain dapat berlangsung aman dan menguntungkan maupun merugikan. Mikroorganisme cenderung diasosiasikan dengan penyakit, penyakit infeksi, ataupun pembusukan. Akan tetapi sebagian besar mikroorganisme memberikan kontribusi bagi keseimbangan ekosistem lingkungan hidup, khususnya bagi kesejahteraan manusia.

Peranan mikroorganisme yang menguntungkan bagi kesejahteraan manusia, antara lain:
  • Kontrol hama tanaman - Pengendalian hama tanaman dengan menggunakan musuh alami dari hama tanaman terus dikembangkan dalam rangka mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida. Misalnya pemanfaatan bakteri Bacillus thuringiensis untuk mengendalikan Crocidolomia binotalis yang merupakan hama tanaman kubis.
  • Industri dan pertambangan - Pengembangan polimer teruraikan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah plastik yang sulit diuraikan. Misalnya penggunaan bakteri Alcaligenes euthropus sebagai penghasil poli-3-hidroksi alkanoat (PHA) dan poli-β-hidroksi butirat (PHB) yang merupakan bahan baku pembuatan plastik yang mudah diuraikan. Enzim selulose yang digunakan dalam industri kertas, diproduksi oleh Trichoderma viridae.
  • Pangan - Salah satu bakteri yang bermanfaat dalam bidang pangan adalah Lactobacillus bulgarius yang dimanfaatkan untuk pembuatan yoghurt. Pemanfaatan bakteri Streptococus lactis dan Streptococcus cremoris dalam pembuatan keju dan mentega.
  • Kesehatan - Beberapa jenis mikroorganisme seperti Pseudomonas dan Propionibacterium memproduksi vitamin B12 (kobalamin); proses fermentasi fungi Ashbya gossypii menghasilkan vitamin B2 (riboflavin); pembuatan antibiotik sintetik dan vaksin juga merupakan hasil pemanfaatan mikroorganisme.
Sebagian kecil mikroorganisme bersifat patogen. Mikroorganisme alami dalam tubuh kita disebut mikroorganisme normal atau floranormal. Meskipun tidak patogen, namun dalam keadaan tertentu dapat bersifat patogen dan menimbulkan penyakit infeksi. Misalnya Staphylococcus aureus dan Eschericia colli dapat menyebabkan diare, khamir Candida albicans dapat menyebabkan keputihan, kapang Aspergilus flavus yang menghasilkan aflatoksin dapat meracuni makanan, protozoa Toxoplasma gondii yang menyebabkan toksoplasmosis, human immunodeficiency virus yang menyebabkan penyakit HIV/AIDS, dan sebagainya.