Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Mikologi, Morfologi dan Sifat Umum Jamur


Pengertian Mikologi

Mikologi adalah ilmu yang mempelajari jamur, berasal, dari kata Yunani Mykes berarti jamur dan logos berarti ilmu. Mikologi Kedokteran adalah ilmu yang mempelajari jamur penyebab penyakit pada manusia.

Sifat Umum Jamur

Jamur adalah tumbuh-tumbuhan berbentuk sel atau benang bercabang, mempunyai dinding dari selulosa atau kitin atau keduanya, mempunyai protoplasma yang mengandung satu atau lebih inti, tidak mempunyai klorofil dan berkembang biak secara aseksual, seksual, atau keduanya. Ada 100.000-200.000 spesies tergantung bagaimana jamur diklasifikasikan, dan sekitar 300 spesies jamur diketahui patogen terhadap manusia.

Jamur menggunakan enzim untuk mengubah dan mencerna zat organik, seperti hewan dan sebagian besar kuman, untuk hidupnya memerlukan zat organik sebagai sumber energi, sehingga jamur disebut sebagai jasad yang bersifat heterotrop. Hal ini berbeda dengan tumbuh-tumbuhan yang bersifat autotrop karena berklorofil sehingga dapat membentuk karbohidrat dari air dan karbon dioksida dengan bantuan sinar matahari. Jamur menggunakan enzim untuk mengubah zat organik untuk pertumbuhannya sehingga jamur merupakan saprofit atau parasit.

Pada umumnya jamur dapat tumbuh dengan baik pada tempat yang lembab. Tetapi jamur juga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya, sehingga jamur dapat ditemukan di semua tempat di seluruh dunia termasuk di gurun pasir yang panas.

Jamur yang biasanya menimbulkan penyakit pada manusia, hidup pada zat organik atau di tanah yang mengandung zat organik yaitu humus, tinja binatang atau burung. Dalam keadaan demikian, jamur tersebut dapat hidup terus-menerus sebagai saprofit tanpa melalui daur sebagai parasit pada manusia.

Manusia selalu terpapar terhadap kemungkinan infeksi oleh jamur yang dapat tumbuh hampir di semua tempat di daerah tropis. Meskipun demikian tidak semua orang terkena penyakit jamur. Ini disebabkan adanya sistem kekebalan. Sistem kekebalan bawaan melindungi kita dari masuknya jamur ke dalam tubuh, dan sistem kekebalan akan diaktifkan bila jamur masuk ke dalam jaringan tubuh.

Jamur yang penting dalam kesehatan ada empat filum, yaitu:
  1. Ascomycota, reproduksi seksual dalam kantong (saccus) disebut ascus dengan menghasilkan ascopspora. 
  2. Basidiomycota, reproduksi seksual dalam kantong disebut basidium dengan menghasilkan basidiospora.
  3. Zygomycota, reproduksi seksual dengan gamet dan reproduksi aseksual dengan pembentukan zygospora.
  4. Mitosporic Jamur (Fungi Imperfecti), tidak ada bentuk yang dikenali reproduksi seksual. Termasuk jamur yang paling patogen.

Morfologi Jamur

Jamur mencakup:
  1. Khamir atau ragi, yaitu sel-sel yang berbentuk bulat, lonjong atau memanjang yang berkembang biak membentuk tunas dan membentuk koloni yang basah atau berlendir.
  2. Kapang, yang terdiri atas sel-sel memanjang dan bercabang yang disebut hifa. Anyaman dari hifa, baik yang multiseluler atau senositik, disebut miselium.
Bentuk miselium bercabang dan pola percabangan ini membantu identifikasi morfologi. Kapang membentuk koloni yang menyerupai kapas atau padat. Bentuk kapang atau khamir tidak mutlak karena terdapat jamur yang dapat membentuk kedua sifat tersebut dalam keadaan yang berbeda dan disebut sebagai jamur yang dimorfik.

Spora dapat dibentuk secara aseksual atau seksual. Spora seksual disebut talospora (thallospora), yaitu spora yang langsung dibentuk dari hifa reproduktif. Spora yang termasuk talospora adalah: blatospora, artrospora, klamidospora, aleuriospora, dan sporangiospora. Spora seksual dibentuk oleh dua sel atau hifa. Spora seksual antara lain: zigospora, oospora, askospora, dan basidiospora.