Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Cara Penulisan Tinjauan Pustaka


Pengertian Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka dalam bahasa Inggris disebut literature review yang berarti suatu kegiatan menjelaskan dan mendiskusikan topik riset dengan informasi atau tulisan yang telah dipublikasikan melalui buku, artikel, atau jurnal tanpa memperhatikan periodisasi tahun.

Tinjauan pustaka dapat membantu periset untuk mengidentifikasi pertanyaan riset, memfokuskan topik yang dicari (inquiry), mengembangkan bagian dari pertanyaan riset, memahami akar suatu ide, dan menulis kerangka konseptual.

Penelusuran tinjauan pustaka mutlak dilakukan mulai dari perencanaan (proposal) riset sampai pengambilan keputusan atau simpulan hasil. Semakin luas kualitas dan kuantitas penelusuran tinjauan pustaka, akan memberikan bobot lebih pada hasil atau simpulan keperawatan yang Anda buat.

Seorang periset tidak terlepas dari menelusuri kepustakaan atau literatur. Tinjauan pustaka berisi teori dasar tentang topik (objek) riset, perlakuan yang dipilih, dan variabel riset yang dipakai. Penulisan tinjauan pustaka merupakan kombinasi kegiatan summary dan synthesis.

Summary atau meringkas adalah suatu kegiatan mencari informasi penting dari berbagai sumber. Synthesis atau mensintesa adalah kegiatan menyusun kembali informasi yang dikumpulkan. Menulis tinjauan pustaka bukan memasukkan sebanyak mungkin informasi yang berhubungan dengan topik riset, tetapi harus dipilih yang setuju atau tidak setuju dengan topik riset.

Tujuan Tinjauan Pustaka

Anda sebagai periset melakukan penelusuran tinjauan pustaka dengan tujuan:
  1. Mengakses informasi (artikel) yang berhubungan, berarti, penting, dan valid (benar) sesuai dengan topik riset.
  2. Mempertahankan kemampuan melakukan riset yang excellent untuk mengevaluasi, membandingkan, dan menyimpulkan sesuai dengan area (ketertarikan) riset.
  3. Mencegah duplikasi dengan riset yang pernah dilakukan orang lain.
  4. Memberikan petunjuk atau merekomendasikan fokus riset yang perlu dilakukan.
  5. Mengidentifikasi inkonsistensi, kesenjangan, dan kontradiksi dalam literatur sebagai sumber masalah riset.
  6. Memberikan analisis konstruktif dari metodologi dan pendekatan yang digunakan periset terdahulu. 

Fungsi Tinjauan Pustaka

Fungsi penelusuran pustaka yang berkaitan dengan topik riset merupakan hal yang mendasar, seperti dinyatakan oleh Leedy (1997) bahwa semakin banyak periset mengetahui, mengenal, dan memahami tentang riset terdahulu, semakin dapat dipertanggungjawabkan cara melakukan riset.

Menurut Castetter dan Heisler (1984), tinjauan pustaka berfungsi untuk:
  1. Mempelajari sejarah masalah riset (sehingga dapat ditunjukkan bahwa masalah tersebut belum pernah diteliti atau bila sudah pernah temuannya perlu disempurnakan)
  2. Memilih metode riset (dengan belajar dari pengalaman sebelumnya)
  3. Memahami kerangka atau latar belakang teori dari masalah yang di (hasil pemahaman tersebut dituliskan tersendiri sebagai “Landasan Teori”)
  4. Memahami kelebihan atau kekurangan studi (riset) terdahulu (tidak semua menghasilkan temuan yang mantap)
  5. Menghindarkan duplikasi yang tidak perlu (hasil akhir ini dituliskan sebagai “Keaslian”)
  6. Memberi penalaran atau alasan pemilihan masalah riset (hasil ini dituliskan sebagai “latar belakang”).

Kaitan Tinjauan dan Daftar Pustaka

Hal yang perlu diperhatikan oleh Anda sebagai periset adalah kaitan antara tinjauan pustaka dan daftar pustaka. Penulisan tinjauan pustaka tidak mirip menulis daftar pustaka.

Misal: “Menurut A (2010) dalam Yz (2011) keperawatan adalah ……. Sedangkan menurut ICN (2010) dalam And (2012) keperawatan adalah ……”. Penulisan seperti ini tidak menyebutkan apa yang dijelaskan oleh masing-masing pustaka secara rinci (hanya menyebutkan siapa penulis dan kapan ditulis). Dikarenakan penyebutan judul buku, yang seringkali diulang, tidak efisien, dan dapat menyaingi tugas daftar pustaka.

Pengacuan pustaka dalam tinjauan pustaka dapat dilakukan dengan cara bermacam-macam, antara lain: penulisan nama pengarang dan tahun saja dan penulisan catatan kaki.

Setiap cara mempunyai kelebihan dan kekurangan, tetapi peninjauan tentang kelebihan dan kekurangan tersebut di luar lingkup tulisan ini. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas pemakaian cara penulisan nama akhir pengarang dan tahun penerbitan (dan sering ditambah dengan nomor halaman).

Teladan 1:
Menurut Suprajitno (2003: 57) evaluasi merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya.

Pengacuan teladan 1 di atas mempunyai kaitan erat dengan cara penulisan daftar pustaka. Penulisan daftar pustaka umumnya tersusun menurut abjad nama akhir penulis, dengan format: nama penulis, tahun penerbitan, dan seterusnya. Susunan dan format daftar pustaka tersebut memudahkan untuk membaca informasi yang lengkap tentang yang diacu dalam tinjauan pustaka.

Teladan 1 dalam tinjauan pustaka seperti di atas dalam daftar pustaka ditulis:
Suprajitno. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: EGC.

Pengacuan pustaka dengan cara penulisan catatan kaki seperti teladan 2 di bawah ini.

Teladan 2:
Evaluasi merupakan kegiatan yang membandingkan antara hasil implementasi dengan kriteria dan standar yang telah ditetapkan untuk melihat keberhasilannya.

Pengacuan teladan 2 di atas dalam daftar pustaka ditulis:
¹Suprajitno. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: EGC.

Atau penulisan daftar pustaka dilakukan di bagian bawah pada halaman yang sama di mana kutipan ditulis.

Sumber Pustaka

Sumber pustaka yang dapat digunakan untuk penulisan tinjauan pustaka berasal dari:
  1. Buku referensi - Buku referensi adalah suatu tulisan seseorang atau lebih dari seorang atau kumpulan penulis dengan editor yang diterbitkan secara resmi, beredar luas, dan memiliki nomor ISBN (International Standard Book Number). Buku referensi berbeda dengan dengan buku ajar dan Bab.
  2. Karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, jurnal) - Karya ilmiah adalah tulisan yang dihasilkan seseorang dengan menggunakan aturan metode ilmiah. Bentuk karya ilmiah yaitu skripsi, tesis, disertasi, dan jurnal. Jurnal dikatakan ilmiah jika diterbitkan oleh lembaga resmi secara berkala dan memiliki ISSN (International Standard Serial Number), sedangkan skripsi, tesis, dan disertasi biasanya didokumentasi di perguruan tinggi.
  3. Internet (laman, ebook, e-journal) - Internet merupakan sumber pustaka yang dapat dengan mudah diakses dimanapun tempat melalui laman. Laman (website) perlu dipilih yang telah memiliki konsistensi dan kredibilitas.
Kejadian yang perlu Anda perhatikan dalam menulis tinjauan pustaka dan membahas hasil riset! Sering terjadi, periset ingin menunjukkan bahwa banyak bahan pustaka meskipun tidak dibahas (digunakan) dan tidak diacu dalam tulisan, semuanya ditulis dalam daftar pustaka. Maksud ini sebaiknya ditunjukkan dengan membahas dan mengemukakan secara jelas apa yang diacu dari pustaka tersebut dalam tulisannya. Hal sebaliknya juga sering terjadi yaitu menyebut nama penulis yang diacu dalam tinjauan pustaka tanpa menuliskan dalam daftar pustaka.

Pedoman penulisan nama dalam pengacuan tinjauan pustaka dan daftar pustaka yang sering digunakan oleh pendidikan tinggi di Indonesia adalah menggunakan sistem (gaya) Harvard (Harvard system).

Penulisan daftar pustaka dapat menggunakan salah satu misalnya Vancouver style, APA style, Chicago style, dan sebagainya. Terpenting dalam penulisan adalah periset konsisten dengan pilihan penulisan yang akan digunakan sejak awal sampai akhir.

Contoh cara penulisan daftar pustaka

- Buku yang ditulis satu atau dua orang
  • Suprajitno. 2003. Asuhan Keperawatan Keluarga: Aplikasi Dalam Praktik. Jakarta: EGC.
  • Cox, D. R. & Oakes, D. 1984. Analysis of Survival Data, First Edition. Cambridge: Great Britain by the University Press.
- Buku yang ditulis lebih dari dua orang
  • Lemeshow, S., et. all. 1997. Besar Sampel Dalam Kesehatan. Penerjemah: Dibyo Pramono. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
- Karya ilmiah (skripsi, tesis, disertasi, jurnal, artikel)
  • Suprajitno. 2012. Pengembangan Indeks Remunerasi Rumah Sakit Ngudi Waluyo Wlingi. Disertasi. Surabaya: Unair.
  • Adam, D.J., 2003. Stakeholder Analysis Today. Royal Journal of Management, 42(7), pp.34-66.
  • Perry, C., 2001. What health care assistants know about clean hands. Nursing Times, 25 May,97(22), p. 63-64.
- Internet (laman)
  • Business forum, 2011. Getting the facts on Stakeholder Analysis. [online]. Dari: www.businessforum_123/london. Diakses 12 Juli 2011.
- Buku elektronik (e-book)
  • Brown, G., et. all. 1984. Modern management. [e-book] London: Redfern Press. Melalui: Anglia Ruskin University Library http://libweb.anglia.ac.uk. Diakses 9 Juli 2011.
- Jurnal/artikel elektronik (e-journal)
  • Cass, K., 2003. Management theories. Management Quarterly, [ejournal] 78(9), Melalui: Anglia Ruskin University Library http://libweb.anglia.ac.uk. Diakses 23 Juli 2011.