Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

SOP Memasang dan Melepas Sarung Tangan Steril

Memakai sarung tangan steril adalah kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh semua perawat, walaupun terlihat sederhana dan gampang, memakai sarung tangan steril harus dilakukan dengan benar sehingga keseterilan tetap terjaga. Berikut ini adalah standar operasional pemakaian dan pelepasan sarung tangan steril.


Definisi Sarung Tangan

Sarung tangan merupakan salah satu Alat Pelindung Diri (APD) untuk melindungi seluruh bagian tangan hingga ke jari-jari selama melakukan tindakan keperawatan.

Tujuan Memakai Sarung Tangan

  • Memberikan perlindungan tambahan terhadap adanya kemungkinan perpindahan kotoran dan organisme yang menempel dari tangan.
  • Sebagai pencegahan dan pengontrolan penularan infeksi nosokomial. 

Standar Operasional Prosedur Memakai Sarung Tangan Steril

A. Persiapan Alat

Trolley yang berisi:
  • Sarung tangan steril sesuai ukuran (yang masih terbungkus atau re-use yang sudah disterilkan), 
  • Tromol kecil atau baki instrumen steril,
  • Korentang.

B. Implementasi

  1. Siapkan peralatan. Meletakkan set sarung tangan steril pada trolley yang bersih dan kering setinggi atau di atas pinggang.
  2. Mencuci tangan dan keringkan.
  3. Untuk sarung tangan steril yang masih terbungkus: Membuka pembungkus sebelah luar dengan hati-hati dengan hanya menyentuh bagian luarnya saja.
  4. Untuk sarung tangan steril re-use yang sudah disterilkan: buka tutup tromol atau baki instrumen, kemudian ambil sarung tangan steril dengan menggunakan korentang.
  5. Dengan menggunakan tangan yang tidak dominan, ambil ujung sarung tangan steril yang terlipat (untuk sarung tangan re-use steril pegang bagian dalam dari sarung tangan) dan angkat dengan hati-hati dengan ujung jari sarung tangan mengarah ke bawah. Jaga kesterilan dengan menghindarkan sarung tangan bersentuhan dengan benda yang tidak steril.
  6. Memasukkan jari-jari tangan ke dalam sarung tangan sesuai tempatnya. Mengatur dan merapikan sarung tangan yang terpasang dengan hanya menyentuh daerah yang steril saja.
  7. Dengan tangan dominan yang sudah bersarung tangan masukkan jari-jari tangan (kecuali ibu jari) ke dalam lipatan sarung tangan yang belum terpasang secara hati-hati dan ambil sarung tangan tersebut dengan mengangkat ke atas. Lakukan prosedur pemasangan sama dengan prosedur no. 5.

Standar Operasional Prosedur Melepas Sarung Tangan Steril

A. Persiapan Alat

Trolley yang berisi:
  • Ember atau kom yang berisi larutan clorin 0,5%.
  • Tempat sampah infeksius.

B. Implementasi

  1. Sebelum membuka sarung tangan, apabila sarung tangan yang dikenakan adalah sarung tangan yang akan disterilkan ulang, perhatikan apabila sarung tangan terkontaminasi oleh cairan tubuh pasien maka celupkan terlebih dahulu kedua tangan yang masih menggunakan sarung tangan ke dalam larutan clorin dan bersihkan dengan membasuh kedua tangan tersebut dengan larutan clorin hingga benar-benar bersih.
  2. Dengan menggunakan tangan yang dominan, ambil ujung sarung tangan yang lain dengan cara membalikkannya, dengan daerah yang terkontaminasi pada sebelah dalam. Pegang sarung tangan yang sudah terlepas pada tangan yang dominan.
  3. Memasukkan jari tangan yang sudah tidak menggunakan sarung tangan ke dalam sarung tangan yang masih terpasang. Pegang bagian dalam sarung tangan dan lepaskan dengan bagian dalam sarung tangan disebelah luar.
  4. Masukkan kembali sarung tangan ke dalam ember berisi larutan clorin atau bila tidak dipergunakan lagi buang langsung ke dalam tempat sampah infeksius.Mencuci tangan dan keringkan.