Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Persepsi Manusia - Etika Keperawatan


BLOGPERAWAT.NET - Dalam artikel ini akan dibahas materi yang masih ada kaitannya dengan kepribadian manusia yaitu tentang, tentang persepsi manusia. Materi ini akan lebih melengkapi lagi pembahasan tentang "Konsep Motivasi Manusia" dan "Komunikasi Efektif" yang berkaitan kepribadian manusia.

A. Pengertian Persepsi

Banyak ahli yang membuat definisi dari ‘persepsi’, beberapa di antaranya adalah:
  • Persepsi merupakan proses yang terjadi di dalam diri individu yang dimulai dengan diterimanya rangsang, sampai rangsang itu disadari dan dimengerti oleh individu sehingga individu dapat mengenali dirinya sendiri dan keadaan di sekitarnya (Bimo Walgito).
  • Persepsi merupakan proses pengorganisasian dan penginterpretasian terhadap stimulus oleh organisme atau individu sehingga didapat sesuatu yang berarti dan merupakan aktivitas yang terintegrasi dalam diri individu (Davidoff).
  • Persepsi ialah interpretasi tentang apa yang diinderakan atau dirasakan individu (Bower). 
  • Persepsi merupakan suatu proses pengenalan maupun proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu (Gibson).
  • Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh seorang individu (Krech). 
Secara lebih luas diberikan pengertian bahwa persepsi menyangkut konteks kehidupan sosial, sehingga dikenallah persepsi sosial. Persepsi social merupakan suatu proses yang terjadi dalam diri seseorang yang bertujuan untuk mengetahui, menginterpretasi, dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi, baik mengenai sifatnya, kualitasnya, ataupun keadaan lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi sehingga terbentuk gambaran mengenai orang lain sebagai objek persepsi tersebut (Lindzey & Aronson).

Pada prinsipnya persepsi merupakan suatu proses yang dimulai dari penglihatan hingga terbentuk tanggapan yang terjadi dalam diri individu sehingga individu sadar akan segala sesuatu dalam lingkungannya melalui indera-indera yang dimilikinya.

B. Jenis-Jenis Persepsi

Proses pemahaman terhadap rangsang yang diterima oleh indera menyebabkan persepsi terbagi menjadi beberapa jenis. Pembagian jenis persepsi sesuai namanya, menunjukkan bahwa persepsi didapatkan dari masing-masing indera tubuh manusia. Terdapat beberapa jenis persepsi yaitu:
  • Persepsi visual
  • Persepsi auditori
  • Persepsi perabaan
  • Persepsi penciuman
  • Persepsi pengecapan
Dari semua jenis persepsi tersebut, dijelaskan bahwa persepsi visual merupakan persepsi yang paling awal berkembang pada bayi, dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual merupakan topik utama dari bahasan persepsi secara umum, sekaligus persepsi yang biasanya paling sering dibicarakan dalam konteks sehari-hari

C. Faktor yang Mempengaruhi Persepsi

Selanjutnya anda akan mendapat informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan terjadinya persepsi manusia. Persepsi manusia terjadi karena adanya beberapa hal yang ada dalam diri manusia, internal dan eksternal. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi bisa terletak dalam diri pembentuk persepsi, dalam diri objek atau target yang diartikan, atau dalam konteks situasi di mana persepsi tersebut dibuat.

Asumsi yang didasarkan pada pengalaman masa lalu dan persepsi-persepsi yang dipengaruhi oleh asumsi-asumsi yang didasarkan pada pengalaman masa lalu dikemukakan oleh sekelompok peneliti yang berasal dari Universitas Princenton seperti Adelbert Ames, Jr, Hadley Cantril, Edward Engels, William H. Ittelson dan Adelbert Amer, Jr.

Mereka mengemukakan konsep yang disebut dengan pandangan transaksional (transactional view). Konsep ini pada dasarnya menjelaskan bahwa pengamat dan dunia sekitar merupakan partisipan aktif dalam tindakan persepsi.

Para pemikir transaksional telah mengembangkan sejumlah bukti yang meyakinkan bahwa persepsi didasarkan pada asumsi. Salah satu yang paling menonjol, yang ditemukan oleh Adelbert Amer, Jr., disebut monocular distorted room. Dengan demikian persepsi dapat dibatasi bahwa merupakan kejadian pertama dalam rangkaian yg menuju pada tindakan dari rangsang. Pengalaman tentang benda-benda dan kejadian-kejadian yang ada waktu itu.

Manusia berbuat, bertindak dan belajar, tetapi sebelum ada tindakan, manusia menanggap (Perceive), dia mengindera (sense), memperhatikan apa yang ada dan terjadi sekelilingnya

D. Penginderaan

Pengetahuan yang menjelaskan tentang adanya rangsang, persepsi atau tanggapan sehingga menimbulkan sensasi yang menyebabkan bertambahnya pengertian.

Di bawah ini adalah proses, bagaimana rangsang yang diterima oleh reseptor penginderaan dapat menjadikan tanggapan dan informasi yang dapat diterima.

Adanya berbagai stimuli merangsang bermacam-macam reseptor ⇒ dikonstruksi ⇒ menganalisa ⇒ merubahnya dalam receptor ⇒ menimbulkan suatu impuls saraf (penginderaan) ⇒ sampai pada otak impuls ini ⇒ menghasilkan gambaran penglihatan, pendengaran, dsb ⇒ interpretasi/tanggapan (tergantung pengalaman interpretasi sebelumnya)

E. Gangguan Penginderaan

Berbagai proses pengindraan di atas tidak selamanya dapat berlangsung tanpa masalah, ada gangguan-gangguan yang dapat membuat rangsang tidak dapat diterima reseptor sehingga tidak dapat diproses dan tidak dapat ditanggapi. Gangguan tersebut adalah:
  1. Anaesthesia, yaitu suatu keadaan yang tidak ada perasaan sama sekali pada penginderaan kulit. Keadaan ini menjadikan kulit tidak dapat merasakan rabaan, sentuhan, karena adanya kematian syaraf yang menerima rangsang dan impuls.
  2. Acroparaesthesia, yaitu rasa kesemutan pada ekstremitas. Rasa ini terjadi pada bagian kaki atau tangan dan akan mengganggu kenyamanan. Hal ini merupakan gangguan fisik selanjutnya.
  3. Astereognosis, merupakan gangguan yang berkaitan dengan ketidak sanggupan mengenal bentuk benda dengan meraba. Kondisi ini sangat mengganggu persepsi manusia.
  4. Kaki phantom, suatu fenomena yang dialami oleh orang yg diamputasi kakinya, yg merasa kakinya masih ada. Dalam keadaan seperti ini sebenarnya lebih didominasi oleh persepsi yang salah, karena tidak ada obyek yang sebenarnya dipikirkan.
  5. Hiperosmia, kepekaan terhadap bau-bau yg berlebihan. Hal ini lebih karena akibat persepsi yang sangat peka, dan menjadi mengganggu karena tidak realistis dengan kenyataan, dan persepsi manusia sebagaimana mestinya.
Anda telah menyimak penjelasan di atas terkait dengan gangguan pengindraan yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsikan akibat fungsi pengindraan yang
secara fisik terganggu.

Di bawah ini akan dijelaskan tentang gangguan persepsi yang terjadi karena kemampuan seseorang memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang masuk terganggu, namun bukan karena organ fisik pengindraan yang terganggu.

Beberapa gangguan yang dimaksud tersebut antara lain adalah halusinasi dan ilusi. Ilusi merupakan suatu persepsi yg salah atau palsu, tetapi ada rangsang dari luar dimaknakan/dipersepsikan
sesuatu yang salah. Contohnya: Karena ketakutan, kayu bergerak dilihat sebagai sesosok tubuh.

Jenis gangguan persepsi yang lain adalah halusinasi yaitu, juga suatu persepsi yang salah atau palsu. Tetapi tidak ada dijumpai rangsang dari luar. Contohnya adalah halusinasi dengar, halusinasi lihat, halusinasi cium (olfaktoris), halusinasi raba (taktil), halusinasi seksuil.